23/09/2026

Prof. Bandem Apresiasi “A Leaf Of Bali”, Kisah Bali dari Mata Jurnalis Tiongkok

Prof. Bandem Apresiasi A Leaf Of Bali, Kisah Bali dari Mata Jurnalis Tiongkok

Prof. Bandem Apresiasi A Leaf Of Bali, Kisah Bali dari Mata Jurnalis Tiongkok/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bali kembali diceritakan dari sudut pandang berbeda. Kali ini, kisah tentang Pulau Dewata dituangkan melalui karya seorang jurnalis asal Tiongkok, Ms. Ye Lu, dalam buku bertajuk A Leaf Of Bali, resmi diluncurkan pada Sabtu, (19/9/2026).

Buku tersebut menjadi catatan perjalanan sekaligus jembatan budaya yang mempertemukan perspektif Tiongkok dengan kehidupan Bali. Tradisi, seni, alam, masyarakat hingga nilai-nilai kehidupan Bali hadir melalui pengamatan dan pengalaman Ye Lu selama mengenal Pulau Dewata.

Bagi Ye Lu, peluncuran buku tersebut menjadi momen emosional setelah melewati proses panjang dalam menulis dan menyusun karya. Bertahun-tahun bergelut dengan laptop, keraguan, serta tumpukan draf akhirnya terbayar ketika bukunya benar-benar hadir di hadapan pembaca.

“Melihat buku ini akhirnya dicetak, dipajang, dan dipegang langsung oleh para pembaca hari ini membawa rasa bahagia yang sulit diucapkan dengan kata-kata. Proses menulis yang memakan waktu bertahun-tahun, saya banyak berhadapan dengan laptop, keraguan, dan tumpukan draf,” ujar Ye Lu.

Ia mengaku suasana peluncuran dan antusiasme para tamu yang hadir membuat seluruh rasa lelah selama proses penulisan seakan terbayarkan.

“Namun, begitu berada di tempat peluncuran ini dan melihat antusiasme teman-teman dan para tamu yang hadir, semua rasa lelah itu menguap begitu saja. Rasanya seperti melihat anak sendiri akhirnya lahir ke dunia dan siap memulai petualangannya di tangan pembaca,” tuturnya.

Karya tersebut turut mendapat apresiasi dari Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., tokoh seni dan budaya Bali. Menurutnya, kehadiran A Leaf Of Bali memiliki arti penting karena Bali tidak hanya diceritakan oleh masyarakatnya sendiri, tetapi juga melalui perspektif orang luar yang mengalami dan merasakan langsung kehidupan di Bali.

“Saya kira buku ini sangat penting karena Bali tidak hanya diceritakan oleh orang Bali sendiri, tetapi juga dilihat dan dirasakan oleh orang dari luar Bali. Perspektif seperti ini memberikan warna dan pemahaman baru tentang Bali,” ujar Prof. Bandem.

Ia menilai, daya tarik Bali tidak semata terletak pada keindahan alam maupun pariwisatanya. Lebih dari itu, terdapat kekayaan seni, budaya, tradisi, serta kehidupan masyarakat yang menjadi identitas kuat Pulau Dewata.

“Bali mempunyai kekayaan yang luar biasa, bukan hanya dalam seni dan budaya, tetapi juga dalam kehidupan masyarakatnya. Ketika pengalaman itu kemudian ditulis dan dibagikan kepada dunia, tentu menjadi sebuah kontribusi yang sangat berarti,” katanya.

Ia menilai, kehadiran buku ini sekaligus menunjukkan bahwa cerita tentang Bali dapat terus menemukan bentuk dan sudut pandang baru. Bagi pembaca dari luar Bali, karya Ye Lu dapat menjadi jendela untuk mengenal Pulau Dewata melalui pengalaman personal seseorang yang datang, mengamati, dan kemudian jatuh hati pada berbagai sisi kehidupan Bali.

***

Pewarta: Agung Rai Tri Krisna Putra

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026