10/09/2026

Bentuk Karakter Berbasis Teknologi dan Budaya, MPLS SMK TI Bali Global Denpasar Sambut 346 Siswa Baru dengan Pendekatan Humanis

Bentuk Karakter Berbasis Teknologi dan Budaya, MPLS SMK TI Bali Global Denpasar Sambut 346 Siswa Baru dengan Pendekatan Humanis

Bentuk Karakter Berbasis Teknologi dan Budaya, MPLS SMK TI Bali Global Denpasar Sambut 346 Siswa Baru dengan Pendekatan Humanis/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – SMK TI Bali Global Denpasar resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Mengusung tema yang berfokus pada pendekatan ramah dan humanis, kegiatan yang berlangsung selama lima hari, dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2026 di GOR Ngurah Rai Denpasar ini, diikuti oleh 346 siswa baru dengan penuh antusias.

Pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang secara holistik sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Bali. Untuk memperkaya wawasan siswa, pihak sekolah juga melibatkan berbagai departemen dan instansi eksternal dalam pengisian materi.

Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh panitia—baik dari unsur manajemen, guru, maupun OSIS pendamping—telah dipersiapkan untuk meninggalkan cara-cara konvensional yang bersifat senioritas. Sebagai gantinya, sekolah menerapkan pendekatan persuasif yang ramah dan menyenangkan.

Sesuai dengan ciri khas sekolah yang berbasis teknologi, para siswa baru diperkenalkan secara menyeluruh pada fasilitas laboratorium penunjang lima kompetensi keahlian yang ada, yaitu: Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Animasi, dan Bisnis Digital.

“Mari kita wujudkan MPLS ini dengan ramah, ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap sumber daya manusia. Tidak ada lagi arogansi atau emosional dalam pelaksanaan MPLS kali ini. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan humanisme agar anak-anak dapat mengembangkan diri di dunia teknologi dengan landasan karakter yang kuat, serta menerapkan prinsip 7S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sabar, dan Bersyukur,” ujar I Gusti Made Murjana.

Sementara itu, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., menjelaskan bahwa MPLS ini merupakan fondasi penting bagi siswa untuk mengenal ekosistem sekolah secara utuh sejak sekolah ini didirikan pada tahun 2006.

Siswa baru tidak hanya diperkenalkan pada aspek fisik seperti gedung, studio, dan tempat peribadatan, tetapi juga aspek sosiologis. Mengingat para siswa berasal dari berbagai latar belakang budaya dan daerah, MPLS menjadi momentum berharga untuk belajar toleransi dan saling menghormati. Selain itu, pengenalan terhadap kurikulum, struktur manajemen, staf administrasi, hingga rekam jejak alumni berprestasi juga menjadi agenda utama selama lima hari pelaksanaan.

“MPLS ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi siswa untuk mengenal jati diri sekolah, kurikulum, hingga nilai toleransi di tengah keberagaman. Kecerdasan teknologi mutlak diperlukan, namun jika tidak dibarengi dengan etika dan karakter budaya, nilai tersebut akan hampa. Di SMK TI Bali Global, etika, rasa peduli, dan karakter adalah satu hal yang paling utama,” tegas Prof. Bandem.

Di akhir kesempatan, pihak sekolah memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh siswa baru yang telah mengikuti jalannya kegiatan sejak hari pertama pembukaan dengan sangat tertib, disiplin, dan antusias. Melalui pelaksanaan MPLS yang edukatif ini, SMK TI Bali Global Denpasar optimistis dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap digital dan unggul secara akademik maupun non-akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berbudaya, serta integritas yang tinggi.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE