03/11/2026

Rupiah Tembus Rp18.000, Viraguna Bagoes Oka Tekankan Kesatuan Komando dan Efisiensi Nasional

Rupiah Tembus Rp18.000, Viraguna Bagoes Oka Tekankan Kesatuan Komando dan Efisiensi Nasional

Rupiah Tembus Rp18.000, Viraguna Bagoes Oka Tekankan Kesatuan Komando dan Efisiensi Nasional/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah hingga menembus level Rp18.027 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot, Jumat (16/10/2026).

Anjloknya mata uang Indonesia ini dinilai sebagai cerminan melemahnya ketahanan ekonomi nasional dalam mengantisipasi gejolak pasar keuangan global serta persoalan domestik.

Pengamat Ekonomi sekaligus Pelaku Pariwisata, Viraguna Bagoes Oka, menilai pelemahan rupiah hingga melewati ambang psikologis Rp18.000 tidak lepas dari dampak dinamika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

IHSG Anjlok Parah Usai Evaluasi MSCI, Pengamat Sebut Terendah Sejak Krisis Moneter
Pengamat Ekonomi sekaligus Pelaku Pariwisata, Viraguna Bagoes Oka/ balikonten

Kondisi tersebut kian diperberat oleh penyesuaian status investasi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

“Sebetulnya, menembus angka Rp18.000 ini menguji kemampuan kita dalam mengantisipasi gejolak dari IHSG maupun kelangkaan BBM. Apalagi rating kita sudah masuk kategori stand alone oleh MSCI, yaitu tingkat yang paling bawah. Hal inilah yang sangat mendorong pergerakan kurs terus melemah,” ujar Viraguna saat diwawancarai, Sabtu (17/10/2026).

Menanggapi kekhawatiran publik mengenai potensi berlanjutnya tren pelemahan rupiah hingga memicu krisis ekonomi berulang, Viraguna menegaskan bahwa peluang memburuknya kondisi tersebut tetap terbuka.

Namun, arah perekonomian ke depan sangat bergantung pada ketegasan serta sinergi kebijakan yang diambil oleh pemangku kebijakan.

“Potensi krisis itu bisa saja terjadi sepanjang pemerintah tidak melakukan tindakan yang konkret dan transparan dalam membuka persoalan dari hulu sampai hilirnya. Namun, tergantung sepanjang pemerintah komit dan melakukan satu pemandu yang cukup kuat, saya kira bisa diredam, asal ada kesatuan komando yang kuat dari pusat maupun di daerah,” jelasnya.

Guna mencegah dampak krisis yang lebih luas, Viraguna mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis yang mengedepankan keterbukaan informasi publik serta koordinasi antarlembaga secara intensif.

Menurutnya, pemerintah perlu mengidentifikasi akar masalah utama di tingkat hulu dan merumuskan langkah efisiensi jangka panjang.

“Nomor satu adalah transparansi keterbukaan atas apa yang terjadi di hulu. Kita harus bergerak bersama satu komando, semua pejabat dan pemimpin harus bertekad bulat melakukan koordinasi yang kuat sehingga masyarakat memahami situasi yang ada. Di samping itu, kita harus siap melakukan efisiensi besar-besaran dalam jangka panjang,” tegasnya.

Tak hanya bagi birokrasi, Viraguna juga mengimbau masyarakat untuk menjadikan momentum pelemahan ekonomi ini sebagai ajang introspeksi serta pembelajaran dalam mengelola konsumsi rumah tangga sehari-hari. Ia menekankan pentingnya menghentikan pola hidup boros di tengah ketidakpastian pasar global.

“Ini saatnya masyarakat melakukan introspeksi ke dalam, tentang hal-hal mana yang harus kita lakukan secara efisien dan efektif untuk kehidupan sehari-hari. Kita sudah terlalu banyak tidak efisien, terutama dalam hal transportasi, penggunaan energi, hingga perilaku consumerism yang berlebihan. Sikap hemat dan efisien ini yang perlu terus ditingkatkan,” pungkasnya.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026