03/11/2026

Tahu Gak Sih Kalau Tradisi Ini Hanya Kalian Temukan di Kabupaten Badung

tradisi ini hanya digelar setelah nyepi di bali

Tradisi Siat Yeh di Jimbaran yang digelar usai Nyepi atau ketika Ngembak Geni/ Wikimedia Commons/ Balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Kabupaten Badung menyimpan denyut nadi kebudayaan Bali yang autentik. Di balik gemerlap kawasan pariwisata modern, wilayah ini merawat warisan leluhur berupa tradisi sakral yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat adat setempat. Ritual-ritual ini merupakan wujud nyata hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta yang terus dijaga kelestariannya hingga hari ini.

Tradisi Mekotek di Desa Munggu

Salah satu warisan budaya yang paling ikonik adalah Tradisi Mekotek atau yang kerap disebut sebagai upacara Gerebeg di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi. Ritual tolak bala ini rutin dihelat setiap Hari Raya Kuningan. Ratusan pemuda setempat berbondong-bondong turun ke jalan membawa tongkat bambu panjang, lalu menyatukannya hingga membentuk formasi kerucut raksasa di udara. Suara benturan bambu bergemuruh mengiringi doa keselamatan dan ungkapan syukur yang dipanjatkan bersama-sama sebagai bentuk perlindungan spiritual.

Tradisi Siat Yeh di Jimbaran

Bergerak ke kawasan pesisir selatan, Desa Adat Jimbaran memiliki cara tersendiri dalam merayakan keharmonisan spiritual melalui Tradisi Siat Yeh. Bertempat di Banjar Teba, tradisi perang air ini digelar setiap Hari Ngembak Geni, yakni sehari setelah perayaan Hari Raya Nyepi. Warga saling mengguyurkan air dengan penuh suka cita tanpa ada rasa dendam. Ritual basah-basahan ini sarat makna pembersihan diri, bertujuan menetralisir unsur-unsur negatif yang ada di dalam diri manusia sekaligus menyucikan lingkungan sekitar.

Tradisi Nglampad di Desa Adat Pangsan

Sementara itu, di wilayah agraris Petang, tepatnya di Desa Adat Pangsan, denyut kehidupan tradisional berpusat pada hubungan erat dengan alam melalui Tradisi Nglampad. Upacara Dewa Yadnya ini dilaksanakan setiap bulan Purnama oleh generasi muda desa. Mereka mempersembahkan hasil bumi terbaik sebagai bentuk bakti kepada Dewa Sangkara sebagai manifestasi Tuhan dalam memelihara tumbuh-tumbuhan dan kesuburan alam semesta.

Tradisi Ngaturang Bija di Desa Darmasaba

Kekayaan tradisi Badung juga tercermin dalam Tradisi Ngaturang Bija di Desa Darmasaba. Warga secara gotong royong menyerahkan sarana upakara berupa kelapa atau bentuk punia (sumbangan suci) tatkala pura setempat menggelar upacara besar Ngenteg Linggih. Praktik sosial dan keagamaan ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan serta semangat gotong royong yang menjadi pilar utama masyarakat Bali.

Seluruh rangkaian tradisi di Kabupaten Badung membuktikan bahwa identitas kultural tetap kokoh berdiri di tengah dinamika zaman. Keberlangsungan ritual-ritual tersebut bergantung sepenuhnya pada kesadaran kolektif warga yang terus merawat warisan leluhur dengan dedikasi tinggi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026