09/09/2026

Hari Baik Hindu Bali untuk Membangun dan Memindahkan Rumah Sepanjang Agustus 2026

Mall di Bali Beralih ke PLTS Atap: Langkah Nyata Menuju Energi Bersih

Mall di Bali Beralih ke PLTS Atap: Langkah Nyata Menuju Energi Bersih/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Menentukan hari yang tepat dalam tradisi Hindu di Bali memegang peranan krusial sebelum memulai konstruksi fisik atau menempati tempat tinggal baru.

Pemilihan hari baik atau dewasa ayu tidak sekadar berlandaskan keyakinan spiritual, melainkan wujud penyelarasan energi alam semesta agar proses pembangunan berjalan lancar serta penghuni mendapatkan ketenangan dan kesejahteraan.

Berdasarkan penanggalan kalender Bali untuk Agustus 2026, terdapat dua tanggal utama yang memiliki naungan Guntur Umah atau Graha.

Naungan ini secara spesifik diindikasikan sebagai momentum paling ideal untuk mendirikan bangunan baru maupun memindahkan aktivitas rumah tangga ke tempat tinggal yang baru.

Jadwal Utama Hari Baik Membangun dan Pindah Rumah Agustus 2026

Berdasarkan wariga dan perhitungan pawukon, rincian tanggal yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • 6 Agustus 2026: Naungan Guntur Umah/Graha. Hari ini memiliki vibrasi energi yang mendukung stabilitas struktur bangunan dan kelancaran proses pemindahan fisik.
  • 22 Agustus 2026: Naungan Guntur Umah/Graha. Momentum alternatif yang sangat baik untuk memulai tahapan konstruksi maupun upacara memasuki rumah baru (Melaspas atau Makureb).

Memahami Esensi Naungan Guntur Umah dalam Konstruksi

Dalam sistem wariga masyarakat Bali, Guntur Umah atau Graha merupakan salah satu dewasa agung yang diasosiasikan dengan elemen bangunan dan tempat tinggal. Kata graha sendiri menyerap makna rumah atau istana. Ketika sebuah bangunan didirikan pada hari dengan naungan ini, secara filosofis fondasi yang dibangun diyakini memiliki kekuatan sekala dan niskala yang seimbang.

Pendekatan ini berakar dari konsep Huwana Kertha dan Tri Hita Karana, di mana keselarasan antara manusia dengan alam tempat bangunan berdiri menjadi prioritas utama. Para undagi (arsitek tradisional Bali) dan sulinggih senantiasa merujuk pada perhitungan ini agar tata ruang tidak hanya estetis secara arsitektural, tetapi juga selaras dengan vibrasi kosmik setempat.

Pertimbangan Teknis dan Spiritual dalam Membangun Rumah

Menentukan tanggal berdasarkan kalender Bali harus berjalan berdampingan dengan perencanaan teknis yang matang. Berikut adalah beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan:

Sinkronisasi Upacara: Pelaksanaan ritual seperti Ngeruak (memulai penggalian tanah) hingga Melaspas Alit atau Agung sebaiknya disesuaikan dengan hari-hari yang telah dikonfirmasi oleh pemangku atau pedanda setempat agar rangkaian upacara sakral terlaksana tanpa kendala.

Analisis Struktur dan Lahan: Pastikan kondisi tanah telah melalui uji kelayakan konstruksi secara ilmiah, terlepas dari pemilihan hari baik. Aspek drainase, kekuatan tanah, dan zonasi tata kota tetap menjadi acuan utama.

Keterlibatan Tenaga Ahli Berpengalaman: Konsultasikan rancangan bangunan dengan undagi atau arsitek yang memahami filosofi Asta Kosala Kosali—pakem arsitektur tradisional Bali yang mengatur proporsi, orientasi, dan tata letak bangunan berdasarkan arah mata angin.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE