03/11/2026

Tari “Magirang” Suarakan Kesetaraan, Anak Disabilitas Berhak Bersenang-senang dan Berkarya

Tari “Magirang” Suarakan Kesetaraan, Anak Disabilitas Berhak Bersenang-senang dan Berkarya

Tari “Magirang” Suarakan Kesetaraan, Anak Disabilitas Berhak Bersenang-senang dan Berkarya/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Penampilan tari kreasi “Magirang” yang dibawakan siswa-siswi SLB Sushrusa Denpasar dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) bukan sekadar pertunjukan seni. Karya tersebut membawa pesan kuat tentang kesetaraan hak bagi anak-anak disabilitas sekaligus mengajak masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi.

Nama “Magirang”, yang berarti bersenang-senang dalam bahasa Bali, dipilih untuk menggambarkan bahwa setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk menikmati kehidupan, mengekspresikan diri, dan merasakan kebahagiaan.

Karya ini lahir dari keresahan terhadap masih adanya pandangan yang membatasi ruang gerak anak-anak disabilitas. Melalui pertunjukan tersebut, para penari menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi, melainkan dapat menjadi kekuatan untuk menghasilkan karya yang menginspirasi.

Pembina tari, I Putu Alex Mahesta Divtya Yoga, S.Pd., menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam gerak tari kreasi yang tetap berpijak pada nilai-nilai tari tradisional Bali. Penampilan para siswa penyandang tuna rungu membuktikan bahwa seni dapat menjadi media yang inklusif bagi siapa saja untuk menyampaikan pesan kemanusiaan.

Alex mengakui proses latihan berlangsung dalam waktu yang terbatas karena bertepatan dengan masa liburan sekolah. Namun, dedikasi para siswa membuat seluruh tantangan dapat diatasi dengan baik.

Keberhasilan pementasan ini juga menjadi hasil kolaborasi antara guru dan orang tua yang terus memberikan dukungan kepada para siswa. Kehadiran “Magirang” di panggung PKB menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk tumbuh, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun budaya tanpa diskriminasi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026