Profil dan Kekayaan Elizabeth Sindoro, Pebisnis di Balik Paramount Enterprise
Profil dan Kekayaan Elizabeth Sindoro, Pebisnis di Balik Paramount Enterprise/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Elizabeth Sindoro merupakan salah satu pengusaha perempuan yang telah membangun kiprah panjang dalam dunia bisnis Indonesia. Namanya dikenal melalui perkembangan bisnis properti dan gaya hidup yang berada di bawah Paramount Enterprise International, sekaligus keterlibatannya dalam industri tekstil melalui PT Dan Liris atau Danliris.
Perjalanan bisnis Elizabeth memperlihatkan pengalaman di dua sektor dengan karakter berbeda. Properti menjadi salah satu bidang utama yang membesarkan namanya melalui pengembangan kawasan terpadu, sedangkan industri tekstil menjadi ruang lain bagi dirinya untuk menunjukkan kemampuan manajerial.
Di balik aktivitas bisnis tersebut, Elizabeth dikenal sebagai figur yang cukup tertutup mengenai kehidupan pribadi. Informasi mengenai keluarga dan latar belakang pribadinya pun relatif terbatas di ruang publik.
Sekilas tentang Elizabeth Sindoro
Elizabeth Sindoro dikenal sebagai salah satu pebisnis perempuan terkemuka di Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok di balik perkembangan Paramount Enterprise International, yang juga dikenal melalui Paramount Group Indonesia.
Namanya masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia pada 2018. Dalam daftar tersebut, Elizabeth berada di peringkat ke-155 dengan perkiraan kekayaan mencapai US$270 juta atau sekitar Rp4,79 triliun.
Pada tahun yang sama, Elizabeth menempati posisi kelima dalam daftar perempuan terkaya di Indonesia. Namanya tercatat bersama sejumlah pengusaha perempuan lainnya, seperti Arini Subianto, Desi Sulistio Hidayat, Sitti Hartati Murdaya, dan Melinda Tedja.
Kendati memiliki posisi penting dalam sejumlah perusahaan besar, Elizabeth cukup menjaga jarak dari sorotan kehidupan pribadi. Kondisi tersebut membuat informasi mengenai keluarga maupun perjalanan hidupnya di luar dunia bisnis tidak banyak tersedia untuk publik.
Kekayaan dan Bisnis Elizabeth Sindoro
Perkiraan kekayaan Elizabeth Sindoro pada 2018 tidak terlepas dari kepemilikannya dan keterlibatannya dalam sejumlah bidang usaha. Berdasarkan data yang dirilis Globe Asia pada tahun tersebut, total kekayaannya diperkirakan mencapai US$270 juta atau sekitar Rp4,79 triliun.
Sumber kekayaan tersebut berkaitan dengan bisnis yang dijalankannya melalui dua kelompok usaha utama, yakni Paramount Enterprise International dan PT Dan Liris. Kedua perusahaan tersebut memiliki bidang usaha berbeda, mulai dari properti, gaya hidup, hingga manufaktur tekstil.
Berikut gambaran bisnis yang menjadi bagian dari perjalanan Elizabeth Sindoro.
Paramount Enterprise International
Paramount Enterprise International merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang properti dan gaya hidup. Cikal bakal perusahaan ini berdiri pada 1992. Perkembangannya kemudian berlanjut melalui PT Paramount Land Development yang dibentuk pada 2006.
Pada 2014, perusahaan tersebut berganti nama menjadi PT Paramount Enterprise International. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perkembangan kelompok usaha yang kemudian memiliki cakupan bisnis lebih luas.
Salah satu proyek yang paling dikenal dari Paramount adalah pengembangan kawasan kota mandiri Gading Serpong di Tangerang.
Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 1.200 hektare dan berkembang menjadi salah satu kawasan hunian serta komersial yang cukup dikenal di wilayah Tangerang. Berdasarkan informasi dalam naskah sumber, kawasan ini telah menjadi tempat tinggal bagi lebih dari 53.000 penduduk dengan tingkat pertumbuhan sekitar 5 persen per tahun.
Pengembangan kawasan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan bisnis Paramount. Perusahaan juga memperluas kegiatan usahanya ke sejumlah sektor yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Di bawah kepemimpinan Elizabeth, cakupan bisnis Paramount berkembang melalui beberapa bidang berikut.
Layanan kesehatan
Paramount memiliki Bethsaida Hospital sebagai bagian dari bisnis di sektor kesehatan.
Perhotelan dan gaya hidup
Kelompok usaha ini mengoperasikan Parador Hotels & Resorts serta unit bisnis gaya hidup Seraphim.
Pendidikan
Kegiatan usaha dan pengembangan di sektor pendidikan dilakukan melalui Matana University dan Kinder Haven.
Energi dan kegiatan sosial
Paramount Energy menjadi bagian dari kegiatan di sektor energi. Sementara itu, kegiatan sosial dijalankan melalui Yayasan Moriah dan Matana sebagai bentuk keterlibatan kelompok usaha dalam kegiatan kemasyarakatan.
Perikanan
Bisnis di sektor perikanan mencakup Paramount Fishing Indonesia dan Indomarind.
Logistik dan sektor strategis
Paramount juga memiliki kegiatan usaha di bidang logistik, termasuk layanan kurir. Selain itu, kelompok usaha tersebut memiliki investasi strategis pada PT Kawasan Industri Mongondow (KIM) di Lolak, Sulawesi Utara. Kawasan industri tersebut mulai beroperasi pada 2020.
Ekspansi Paramount Land juga tidak berhenti di kawasan Tangerang. Pengembangan proyek dilakukan di sejumlah wilayah lain, termasuk Manado, Balikpapan, Bogor, Jawa Tengah, Pekanbaru, dan Sulawesi.
Perluasan wilayah tersebut menunjukkan bagaimana bisnis properti Paramount berkembang dari pengembangan kawasan di satu wilayah menuju portofolio proyek di berbagai daerah.
Kiprah Elizabeth Sindoro di PT Dan Liris
Pengalaman Elizabeth Sindoro di dunia bisnis tidak terbatas pada properti. Ia juga memiliki posisi penting dalam industri tekstil melalui PT Dan Liris atau Danliris.
Sejak 2004, Elizabeth dipercaya menjabat sebagai President Commissioner sekaligus Chairwoman PT Dan Liris. Peran tersebut menempatkannya dalam jajaran pimpinan perusahaan yang telah lama beroperasi di industri tekstil nasional.
Danliris didirikan pada 1974 di Solo, Jawa Tengah. Perusahaan tersebut bergerak di sektor tekstil dan garmen dengan sistem produksi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kegiatan produksinya mencakup berbagai tahapan dalam industri tekstil. Proses tersebut meliputi spinning atau pemintalan, weaving atau penenunan, dyeing atau pencelupan, finishing, printing, hingga garment.
Model produksi yang terintegrasi membuat Danliris memiliki kendali atas berbagai tahapan pembuatan produk tekstil dan pakaian jadi. Kemampuan tersebut menjadi salah satu karakteristik utama perusahaan dalam menjalankan kegiatan manufakturnya.
Danliris didukung oleh lebih dari 5.000 tenaga kerja terampil serta penggunaan teknologi modern. Kapasitas produksinya disebut mencapai lebih dari 6 juta potong garmen dan sekitar 50.000 bal benang serta kain setiap tahun.
Perjalanan Bisnis Elizabeth Sindoro
Kiprah Elizabeth Sindoro memberikan gambaran mengenai perjalanan seorang pengusaha yang terlibat dalam dua sektor bisnis dengan karakter berbeda. Paramount Enterprise berkembang melalui properti, kawasan terpadu, dan berbagai lini usaha yang berkaitan dengan gaya hidup serta kebutuhan masyarakat.
Pada saat yang sama, keterlibatannya di Danliris menunjukkan pengalaman dalam mengelola perusahaan manufaktur tekstil yang memiliki rantai produksi terintegrasi.
Perkiraan kekayaan Elizabeth yang mencapai US$270 juta pada 2018 menjadi salah satu indikator besarnya skala bisnis yang berkaitan dengan namanya. Namun, angka tersebut merupakan estimasi yang tercatat dalam publikasi Globe Asia pada periode tersebut, sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai angka kekayaan terkini tanpa data terbaru yang terverifikasi.
Dengan rekam jejak di sektor properti dan tekstil, Elizabeth Sindoro menjadi salah satu nama pengusaha perempuan yang memiliki perjalanan bisnis panjang di Indonesia. Aktivitasnya melalui Paramount Enterprise dan Dan Liris memperlihatkan cakupan pengalaman yang meliputi pengembangan kawasan, layanan, manufaktur, hingga investasi di sejumlah sektor strategis.
***

