04/11/2026

Dari Korps Baret Merah ke PHDI, Babak Baru Pengabdian Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa untuk Umat Hindu

Dari Korps Baret Merah ke PHDI, Babak Baru Pengabdian Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa untuk Umat Hindu

Dari Korps Baret Merah ke PHDI, Babak Baru Pengabdian Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa untuk Umat Hindu/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Perjalanan hidup Letjen TNI (Purn) I Nyoman Cantiasa menjadi potret panjang pengabdian seorang putra Bali yang meniti karier dari dunia militer hingga dipercaya memimpin organisasi keagamaan Hindu tingkat nasional, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Lahir di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, pada 26 Juni 1967, I Nyoman Cantiasa merupakan putra ketiga pasangan I Nengah Tinggen dan Ni Ketut Mari.

Ayahnya dikenal berprofesi sebagai guru sekaligus memiliki ketertarikan pada sastra dan penulisan buku berbahasa Bali. Dalam kehidupan pribadinya, Cantiasa diketahui memiliki seorang istri bernama Made Ayu Skriptyanti.

Ia mengawali perjalanan profesionalnya melalui Akademi Militer (Akmil). Lulus pada 1990, ia tercatat sebagai lulusan terbaik dengan meraih penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama.

Karier militernya kemudian banyak diwarnai penugasan di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dari Komandan Peleton Batalyon Linud 328 Kostrad, ia melangkah menempati berbagai posisi strategis, termasuk di Satuan 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus.

Pengalaman panjang tersebut mengantarkannya menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari Komandan Batalyon 811/Sat-81 Kopassus, Komandan Sat-81 Kopassus, hingga Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Danpusdikpassus).

Puncak pengabdiannya di Korps Baret Merah terjadi pada 2019. Cantiasa dipercaya menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ke-31. Perjalanan kariernya berlanjut sebagai Pangdam XVIII/Kasuari, kemudian Pangkogabwilhan III dengan pangkat Letnan Jenderal atau bintang tiga.

Pada November 2023, ia kembali mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Selanjutnya, pada Oktober 2024, ia menjalankan penugasan sebagai Staf Khusus KSAD dalam penugasan di kementerian/lembaga.

Kini, setelah menyelesaikan perjalanan panjang di institusi militer, putra Buleleng ini memasuki babak baru pengabdian bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Melalui Mahasabha XIII PHDI pada 10–11 Oktober 2026 di Jakarta, Cantiasa terpilih sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat masa bakti 2026–2031.

Membawa PHDI Menjadi Rumah Besar Hindu Nusantara

Memimpin PHDI bukan sekadar meneruskan roda organisasi. Cantiasa membawa visi besar untuk menjadikan PHDI sebagai rumah besar umat Hindu Nusantara.

Visi yang diusungnya adalah “Mewujudkan PHDI menjadi rumah besar umat Hindu Nusantara dalam menjalankan dharma agama dan dharma negara menuju Indonesia Raya.”

Gagasan tersebut menekankan pentingnya PHDI menjadi wadah yang mampu merangkul seluruh umat Hindu di Indonesia, tanpa membedakan latar belakang tradisi, adat, budaya maupun wilayah.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Cantiasa menitikberatkan misi pada dua persoalan mendasar, yakni penguatan sumber daya manusia (SDM) Hindu dan peningkatan kesejahteraan umat hingga ke tingkat akar rumput.

Selain itu, rekonsiliasi dan konsolidasi organisasi menjadi agenda penting. PHDI diharapkan mampu memperkuat soliditas kelembagaan, menyatukan berbagai elemen umat, serta membangun komunikasi yang menyejukkan.

Arah kepemimpinannya juga mencakup penguatan moral dan pelaksanaan dharma agama serta dharma negara, konsolidasi organisasi dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga banjar dan pasraman, serta regenerasi dengan memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda Hindu.

Dalam konteks keberagaman, Cantiasa ingin memastikan PHDI hadir sebagai rumah bersama bagi berbagai tradisi Hindu Nusantara, mulai dari Hindu Bali, Hindu Jawa, Kaharingan, Tolotang, Karo, Tamil hingga tradisi Hindu lainnya.

Penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas generasi penerus, kesejahteraan umat, serta pengembangan kehidupan beragama yang harmonis menjadi bagian dari tantangan kepemimpinannya selama lima tahun mendatang.

Biodata Singkat

  • Nama lengkap: I Nyoman Cantiasa
  • Pangkat terakhir: Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan)
  • Tempat lahir: Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali
  • Tanggal lahir: 26 Juni 1967
  • Ayah: I Nengah Tinggen
  • Ibu: Ni Ketut Mari
  • Urutan anak: Anak ketiga
  • Istri: Made Ayu Skriptyanti
  • Pendidikan militer: Akademi Militer (Akmil), lulus tahun 1990
  • Penghargaan: Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama
  • Latar belakang karier: TNI Angkatan Darat, khususnya Kopassus
  • Organisasi saat ini: Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)

Riwayat Pendidikan dan Prestasi

  • Menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil).
  • Lulus pada tahun 1990.
  • Meraih predikat lulusan terbaik dengan penghargaan:
    • Adhi Makayasa.
    • Tri Sakti Wiratama.

Riwayat Karier Militer

Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban:

  1. Komandan Peleton Batalyon Linud 328 Kostrad.
  2. Penugasan di Satuan 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus.
  3. Komandan Batalyon 811/Sat-81 Kopassus.
  4. Komandan Sat-81 Kopassus.
  5. Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Danpusdikpassus).
  6. Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ke-31 (2019).
  7. Panglima Kodam XVIII/Kasuari (Pangdam XVIII/Kasuari).
  8. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III).
  9. Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Wakabin).
  10. Staf Khusus KSAD dalam penugasan di kementerian/lembaga (Oktober 2024).

Kiprah dalam Organisasi Keagamaan

  • Terpilih sebagai Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat.
  • Terpilih melalui Mahasabha XIII PHDI.
  • Tanggal pemilihan: 10–11 Oktober 2026.
  • Masa bakti: 2026–2031.
  • Organisasi: Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
  • Membawa semangat pengabdian baru dari dunia militer ke organisasi keagamaan Hindu tingkat nasional.

***

Pewarta: Agung Rai Tri Krisna Putra

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026