SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 Perluas Kolaborasi Pelaku Industri Hospitality Bali
SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 Perluas Kolaborasi Pelaku Industri Hospitality Bali/ balikonten
MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – SQUEEZE kembali menyelenggarakan SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 dengan mengusung tema “Blend Beyond Boundaries”. Acara ini mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor untuk membangun jaringan profesional, bertukar wawasan, dan menjajaki peluang kemitraan dalam ekosistem hospitality Bali.
Memasuki edisi kedelapan, SQUEEZE membawa semangat kolaborasi lintas industri sebagai landasan untuk mempertemukan beragam keahlian. Pelaku usaha yang berasal dari bidang berbeda mendapatkan ruang untuk saling mengenal, memahami potensi masing-masing, serta menemukan gagasan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan bisnis.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui kehadiran mitra dari industri peralatan profesional, perlengkapan dapur, minuman, produk kuliner, hingga penyedia solusi yang mendukung praktik ramah lingkungan. Keikutsertaan berbagai sektor ini memperlihatkan keterkaitan antarpelaku usaha dalam menunjang operasional bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman pelanggan.
SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 Hadirkan Mitra dari Berbagai Industri
Keberagaman mitra menjadi salah satu unsur utama dalam penyelenggaraan SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8. Setiap perusahaan membawa kompetensi dan produk yang menjawab kebutuhan berbeda dalam industri hospitality, mulai dari dukungan teknis hingga penyediaan bahan makanan dan minuman.
PT Panca Inti Bermitra berpartisipasi sebagai distributor peralatan audio profesional, sedangkan Sun East menyediakan peralatan dapur. Kedua bidang tersebut memiliki peran dalam menunjang kegiatan operasional bisnis hospitality, termasuk restoran, bar, dan berbagai usaha yang mengutamakan mutu pelayanan.
Sektor minuman diwakili oleh sejumlah perusahaan dengan produk dan karakter yang beragam. Hatten dikenal sebagai produsen wine lokal, sementara PT Mulia Dewata Gemilang menghadirkan keahlian dalam meracik minuman spirit lokal. DSP turut ambil bagian sebagai distributor minuman spirit, Breman Beer memperkenalkan bir artisanal, dan Balian melengkapi kategori minuman melalui produk air mineral.
Dari industri kuliner, Mamas & Soejasch membawa kompetensi dalam pengolahan dan distribusi daging serta sosis. Gripiz Pizza, BROFOOD, dan Fruta Gelato juga hadir dengan produk masing-masing yang menambah keragaman pilihan sajian selama acara berlangsung.
SIP melengkapi daftar mitra melalui penyediaan gelas atau cup dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Partisipasi ini memperkenalkan perspektif mengenai penggunaan perlengkapan penyajian yang tetap memperhatikan kebutuhan bisnis dan dampak lingkungan.
Kehadiran mitra dari berbagai bidang tersebut menunjukkan luasnya kebutuhan dalam rantai bisnis hospitality. Pengelolaan restoran, bar, hotel, dan usaha makanan serta minuman melibatkan banyak komponen yang saling berkaitan, seperti ketersediaan bahan baku, proses pengolahan, produksi minuman, teknologi, perlengkapan operasional, hingga pemilihan produk untuk melayani pelanggan.
Tema Blend Beyond Boundaries Buka Ruang Pertukaran Gagasan
Tema “Blend Beyond Boundaries” menjadi dasar penyelenggaraan SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 dalam mempertemukan pelaku usaha dengan latar belakang dan keahlian berbeda. Melalui pendekatan ini, peserta memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi secara langsung dan melihat peluang kemitraan dari sudut pandang yang lebih luas.
Karmelita Paula Costa, Head of Brand & Marketing SQUEEZE, CV Prima Indonesia, menjelaskan bahwa acara tersebut dirancang untuk memberikan ruang interaksi yang lebih luas bagi para pelaku industri. Pertemuan ini diharapkan mampu menghubungkan pihak-pihak yang selama ini menjalankan usaha di bidang berbeda.
“Kehadiran berbagai industri dalam satu ruang menjadi representasi nyata dari Blend Beyond Boundaries. Bukan sekadar menjadi customer gathering, event ini dirancang untuk membuka interaksi antara pelaku hospitality yang memiliki latar belakang dan keahlian berbeda. Dari sini, kami berharap dapat tercipta percakapan, pertukaran ide, serta kolaborasi yang membuka berbagai kemungkinan baru,” ujar Karmelita.
Melalui interaksi tersebut, peserta dapat mengenal produk, mempelajari keunggulan mitra, dan mempertimbangkan bentuk kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Komunikasi antarpelaku industri juga memberikan kesempatan untuk menemukan pendekatan baru dalam mengembangkan bisnis.
Hubungan profesional memiliki peran penting dalam industri hospitality karena operasional usaha sering kali bergantung pada sejumlah penyedia produk dan layanan. Pertukaran informasi memungkinkan pelaku usaha memahami kebutuhan satu sama lain, memperluas jaringan, serta merintis kemitraan yang berpotensi berkembang dalam jangka panjang.
Kolaborasi Lintas Industri Mendukung Hospitality Bali
SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 mengedepankan interaksi langsung, keahlian profesional, dan pertukaran ide sebagai bagian dari pengalaman acara. Pelaku industri kuliner, minuman, teknologi audio, peralatan dapur, hingga penyedia produk yang mendukung praktik lebih ramah lingkungan dipertemukan dalam satu kegiatan.
Pertemuan berbagai sektor tersebut selaras dengan kebutuhan industri hospitality yang mengandalkan koordinasi banyak pihak untuk menjaga kualitas pelayanan. Restoran, hotel, bar, serta usaha makanan dan minuman memerlukan dukungan dari berbagai komponen, mulai dari mutu bahan baku dan konsistensi produk hingga kesiapan peralatan serta kemampuan penyedia layanan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Yoppie Lesmana, General Manager SQUEEZE, CV Prima Indonesia, menyampaikan bahwa hubungan dengan para pelaku industri menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk berkembang bersama mitra bisnisnya.
“Melalui SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8, kami kembali menegaskan komitmen untuk terus tumbuh bersama para pelaku di dalam ekosistem hospitality, sekaligus menciptakan ruang bagi connection, collaboration, and creativity,” ujar Yoppie.
Komitmen tersebut menggambarkan arah pengembangan SQUEEZE dalam membangun hubungan profesional yang memberikan nilai bagi para mitra. Dengan mempertemukan perusahaan dari beragam sektor, acara ini membuka ruang untuk mengenali kebutuhan bersama, berbagi pengalaman, dan mengeksplorasi peluang bisnis yang dapat dikembangkan.
Bagi industri hospitality Bali, pertemuan lintas sektor seperti ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperluas jaringan di tengah beragamnya kebutuhan industri pariwisata. Peserta juga dapat mengenal produk dan layanan yang berpotensi mendukung kegiatan operasional serta menghadirkan pengalaman berbeda bagi pelanggan.
Komunikasi langsung menjadi salah satu cara untuk membangun hubungan bisnis yang lebih terarah. Setiap mitra dapat memperkenalkan kompetensi yang dimiliki sekaligus memahami kontribusi sektor lain dalam mendukung keberlangsungan ekosistem hospitality.
Perjalanan SQUEEZE Mengembangkan Produk Buah di Bawah CV Prima Indonesia
SQUEEZE merupakan merek yang berada di bawah CV Prima Indonesia, perusahaan agribisnis yang berfokus pada produksi berbagai produk berbahan dasar buah. Portofolionya mencakup jus, puree buah, yoghurt, instablend, serta potongan buah atau fruit chunks untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman.
Perjalanan perusahaan bermula di Bali pada 1988, ketika Bapak Setiadi Sugih Slamet mendirikannya dengan visi mengembangkan industri makanan dan minuman untuk mendukung sektor pariwisata. Sejak awal, perusahaan berupaya menghasilkan produk berkualitas yang dapat diterima konsumen internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan buah tropis Indonesia dan cita rasa lokal.
Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, CV Prima Indonesia menjalin kemitraan langsung dengan petani lokal. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari kegiatan operasional perusahaan, yang turut melibatkan masyarakat di sekitar wilayah usaha serta memperhatikan aspek keamanan dan kualitas produk.
SQUEEZE memulai perjalanan pasarnya dengan satu varian jus jeruk yang dipasarkan di Bali. Seiring perkembangannya, jangkauan pemasaran merek ini meluas hingga 11 kota. Perusahaan juga mengembangkan tujuh kategori produk dengan lebih dari 18 varian rasa, memperluas pilihan produk berbahan dasar buah bagi konsumen dan pelaku usaha.
Pengalaman di industri makanan dan minuman menjadi salah satu bekal SQUEEZE dalam menjalin hubungan dengan berbagai pelaku bisnis. Pemahaman mengenai kebutuhan produk, pengadaan bahan baku, serta karakter operasional usaha hospitality memberikan konteks bagi perusahaan untuk membangun komunikasi dengan mitra dari beragam bidang.
Melalui SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8, CV Prima Indonesia melanjutkan upaya mempertemukan pelaku industri dalam ruang kolaborasi. Kegiatan ini menghubungkan pengalaman SQUEEZE dalam mengembangkan produk buah dengan keahlian perusahaan lain di sektor makanan, minuman, peralatan profesional, dan solusi pendukung operasional.
Blend Beyond Boundaries Perkuat Arah Kolaborasi SQUEEZE
Penyelenggaraan SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 mencerminkan langkah SQUEEZE dalam memperluas hubungan dengan para pelaku industri hospitality Bali. Melalui tema “Blend Beyond Boundaries”, perusahaan memberikan kesempatan kepada mitra untuk bertukar perspektif, mengenali kompetensi masing-masing, dan menjajaki peluang kerja sama.
Keterlibatan perusahaan dari bidang kuliner, minuman, peralatan profesional, dan solusi pendukung memperlihatkan bahwa perkembangan hospitality membutuhkan kontribusi dari berbagai sektor. Setiap bidang membawa keahlian yang dapat menunjang operasional usaha sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan.
Bagi SQUEEZE, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan mitra industri. Komunikasi yang terbuka diharapkan dapat memunculkan gagasan baru serta peluang kolaborasi yang relevan bagi perkembangan bisnis makanan, minuman, dan hospitality di Bali.
Dengan mempertemukan berbagai kompetensi dalam satu kegiatan, SQUEEZE SUNDOWN VOL. 8 membuka ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan hubungan melalui komunikasi langsung, pemahaman terhadap kebutuhan bersama, dan eksplorasi peluang lintas bidang. Semangat tersebut menjadi landasan bagi SQUEEZE dan para mitranya dalam membangun koneksi yang berpotensi mendukung perkembangan ekosistem hospitality Bali.
***
