03/11/2026

Baik untuk Menebang Kayu Hindari Melakukan Yadnya, Dewasa Ayu Rabu, 25 Maret 2026

jadwal rahinan selama januari 2025

kalender Bali tahun 2025/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Perhitungan kearifan lokal Bali melalui sistem Ala Ayuning Dewasa memberikan panduan spesifik mengenai dinamika energi alam pada Rabu, 25 Maret 2026. Penentuan hari baik ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari upacara adat, pertanian, hingga manajemen rumah tangga.

Momentum Ritual dan Upacara Personal

Bagi masyarakat yang merencanakan ritual pembersihan diri atau transisi fase hidup, hari ini berada di bawah naungan Cintamanik. Momentum ini sangat tepat untuk melaksanakan upacara potong rambut.

Selain itu, Kamajaya memberikan pengaruh positif bagi mereka yang hendak melangsungkan pernikahan (wiwaha), memulai pembangunan fisik, menciptakan alat-alat bela diri, serta mengawali proses pembelajaran atau latihan keterampilan baru.

Namun, terdapat batasan tegas terkait upacara besar. Kehadiran Kaleburau menandakan waktu yang tidak tepat untuk menyelenggarakan karya ayu atau yadnya, termasuk pelaksanaan ritual kematian seperti atiwa-tiwa atau ngaben.

Lebur Awu juga memberikan peringatan agar menghindari upacara pernikahan serta pembangunan dan pengatapan rumah pada hari ini.

Sektor Pertanian dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Dalam sektor agraria, Dadig Krana memberikan restu bagi petani yang ingin menanam tebu atau mentimun. Sebaliknya, bagi mereka yang bergerak di bidang perkayuan dan perikanan, Kala Buingrau merupakan waktu yang ideal untuk menebang kayu dan membuat alat tangkap ikan (bubu). Energi ini juga selaras untuk aktivitas pemujaan terhadap leluhur (pitra).

Bagi para pemburu dan nelayan, Kala Katemu menawarkan keberuntungan dalam menangkap ikan, berburu, hingga memasang jerat atau kungkungan. Untuk urusan irigasi, Lebur Awu justru menjadi waktu yang sangat baik untuk memulai pembangunan saluran air atau sistem pengairan di lahan pertanian.

Manajemen Peternakan dan Hubungan Sosial

Para peternak perlu memperhatikan keberadaan Kala Bangkung dan Kala Nanggung, yang menandakan bahwa hari ini tidak disarankan untuk mulai memelihara ternak baru. Di sisi lain, pekerjaan yang melibatkan unsur api sangat cocok dimulai hari ini di bawah pengaruh Kala Kutila.

Dalam konteks interaksi sosial dan domestik, terdapat beberapa catatan penting:

  • Kala Katemu mendukung pelaksanaan pertemuan atau rapat.
  • Dadig Krana memberikan indikasi agar menunda rapat, pertemuan formal, maupun hubungan suami istri (berenggama) karena energi yang kurang selaras.

Struktur Metafisika Hari

Secara struktural, hari ini dipengaruhi oleh Pararasan: Aras Kembang yang melambangkan daya tarik, Pancasuda: Sumur Sinaba yang merepresentasikan sumber ilmu pengetahuan, serta Ekajalaresi: Tininggalin Suka yang membawa aspek kebahagiaan. Dari sisi Pratiti, hari ini berada pada fase Jati, yang menggenapi siklus kelahiran atau perwujudan energi yang nyata.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026