25 Remaja Ikuti Workshop “Pameton Pengrupak Ring Ental”

 25 Remaja Ikuti Workshop “Pameton Pengrupak Ring Ental”

Salah satu peserta workshop tentang proses penulisan di lontar memerhatikan karyanya.

Denpasar, Balikonten.com – Sebanyak 25 remaja mengikutinya workshop bertajuk “Pameton Pengrupak Ring Ental” di Gedung Kriya Art Center Denpasar, Minggu (21/2).

Peserta berasal dari universitas, sekolah seni dan masyarakat umum. Mereka dibimbing oleh I Gusti Agung Ngurah yang dipercaya sebagai narasumber.

Dalam kriyaloka itu para peserta diperkenalkan proses pembuatan dan pengolahan lontar dari baru memetik hingga lontar itu siap ditulisi.

Mula-mula memilih bahan utama berupa daun lontar, lalu proses perendaman dengan menggunakan alat ember, selanjutnya ada penepesan agar ngepres. Selanjutnya adalah system pelobangan.

“Setelah semua proses itu dilalui, baru kemudian bisa dipakai sebagai media tulis dan benda,” kata Gusti Agung Ngurah.

Namun sebelum itu, mesti melakukan pemulihan awal untuk memastikan apakah daun lontar itu bisa dipakai untuk material sebagai tulis atau gambar. Semua itu dilakukan dengan melihat langsung dalam pohonnya.

Kalau lontar belulang, daunnya agak kasar, mudah pecah, sehingga sudah pasti tidak bisa dipakai. Ada daun lontar taluh yang memiliki kelenturan dan memiliki serat yang bisa dipergunakan untuk menulis atau melukis di daun lontar.

Menulis dan menggambar di daun lontar ada tiff khusus, sehingga daun itu tidak rusak. Kalau menulis di daun lontar pertama kali menyiapkan lontar yang sudah siap digambar dan ditulis.

Syarat selanjutnya harus mempunyai pengrupak. Ada dua jenis perupak, yaitu perupak tipis khusus untuk menggambar, dan perupak tebal untuk menulis.

“Perupa yang agak tebal itu akan sangat bagus untuk menulis tebal tipis sesuai goresan pengrupak ini,” ucapnya.

Dalam proses menggambar ada pewarna yang sangat menentukan hasil gambar itu bagus atau tidak.

BACA JUGA:  Aretha Ingin Harumkan Nama Bali Lewat Musik

“Kalau warna itu sudah betul prosesnya bagus, maka hasil gambar yang dibuat akan tahan lama, seperti contoh di gallery saya. Warnanya bertahun-tehun tetap bagus. Untuk membuat gambar bagus, jenis pengrupak sangat menentukan. Perawatannya, tidak ada yang khusus. Untuk membuat agar tetap bagus jangan sampai kena air. Kalau kena debu kita bisa bersihkan dengan lap atau tisu,” ujarnya.

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!