03/11/2026

Imbas Harga Avtur Melonjak, Harga Tiket Pesawat Melambung

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, Agung Rai Suryawijaya

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, Agung Rai Suryawijaya/ balikonten

​MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, Agung Rai Suryawijaya, situasi ini dipicu oleh ketegangan geopolitik dunia, khususnya dampak konflik di Timur Tengah. Kondisi tersebut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia, termasuk avtur, yang merupakan komponen utama dalam menentukan formulasi harga tiket pesawat.

​”Dengan melambungnya harga tiket, tentu wisatawan domestik akan berhitung kembali untuk bepergian, terutama ke Bali. Hal ini jelas akan berpengaruh pada jumlah kunjungan wisatawan domestik,” ujar Agung Rai.

​Pantauan Tarif Tiket Jakarta–Bali (21 Mei 2026)

​Berdasarkan pantauan di sejumlah platform Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka dan tiket.com pada Mei 2026, tarif penerbangan rute Jakarta–Bali (PP) memang menunjukkan kenaikan yang signifikan. Maskapai penerbangan seperti AirAsia Indonesia menawarkan tarif mulai Rp 1,8 juta hingga Rp1,9 juta. Sementara Citilink berada di kisaran Rp1,7 hingga 1,9 juta, Lion Air Rp1,4 juta hingga Rp1,6 juta, dan Batik Air sekitar Rp1,8 ke atas.

Untuk maskapai full service seperti Garuda Indonesia, harga tiket berada di kisaran Rp 2,2 juta hingga Rp3 juta ke atas tergantung jadwal penerbangan.

Menyikapi tantangan ini, pihak PHRI tidak tinggal diam. Agung Rai menegaskan bahwa kolaborasi erat terus dijalin bersama pemerintah, pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata, serta pihak maskapai penerbangan untuk menjaga gairah pariwisata Bali.

​Upaya mitigasi yang tengah digencarkan antara lain; melakukan promosi masif yang ditargetkan baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun domestik, menyusun formula harga promo khusus bagi wisatawan domestik guna membantu mendongkrak okupansi hotel dan menjaga target kunjungan tahunan, serta mendorong pemanfaatan transportasi darat sebagai opsi rasional yang ramah kantong bagi wisatawan domestik yang tetap ingin menikmati liburan di Bali.

​Meski terganjal mahalnya akses udara, pelaku industri pariwisata Bali tetap optimis bahwa dengan sinergi strategi harga dan diversifikasi jalur transportasi, Bali akan tetap menjadi destinasi primadona bagi wisatawan Nusantara.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026