02/11/2026

Mengenang Guruh Soekarnoputra: Cinta untuk Bali dan Warisan Kebudayaan yang Tak Lengkang oleh Zaman

Sikapi Dinamika di Internal Pansus TRAP, Dewa Jack Tegaskan Pendapat di Luar Rekomendasi Tidak Diadopsi

Sikapi Dinamika di Internal Pansus TRAP, Dewa Jack Tegaskan Pendapat di Luar Rekomendasi Tidak Diadopsi/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Suasana duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan dan masyarakat Bali. Berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra atau yang akrab disapa Mas Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam sekaligus ruang refleksi tentang bagaimana sejatinya mencintai Indonesia melalui kebudayaan.

Sebagai wujud penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum, bendera PDI Perjuangan dikibarkan setengah tiang selama tujuh hari penuh di seluruh wilayah Bali.

“Atas perintah DPP Partai dan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Bapak Wayan Koster, kami keluarga besar PDI Perjuangan se-Bali mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari terhitung hari ini,” ujar Ketua DPRD Provinsi Bali yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Bali, Dewa Made Mahayadnya (Dewa Jack), Sabtu (26/9/2026).

Lebih dari Sekadar Politisi dan Putra Proklamator

Bagi Dewa Jack, sosok Mas Guruh Soekarnoputra bukan sekadar senior di tubuh partai moncong putih atau sekadar putra dari Proklamator Bung Karno. Lebih dari itu, almarhum adalah seorang maestro yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat nilai dan identitas bangsa melalui karya seni.

“Beliau adalah seniman yang menjadikan kebudayaan sebagai ungkapan cinta kepada Indonesia. Karya-karya dan gagasan beliau mampu mempertemukan kekayaan tradisi Nusantara dengan daya cipta zamannya,” ungkap Dewa Jack.

Kedalaman rasa cinta Mas Guruh terhadap seni dan kebudayaan menjadi bukti nyata pembumian ajaran Bung Karno, khususnya prinsip Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Kembalikan Baliku: Seruan Moral Menjaga Taksu Bali

Dari sekian banyak warisan karya ciptanya, hubungan emosional Mas Guruh dengan Pulau Dewata terasa sangat istimewa. Kecintaan mendalam itu terpatri kuat dalam karya legendarisnya, Kembalikan Baliku.
Dewa Jack menilai, bagi masyarakat Bali, lagu tersebut bukan sekadar balada kerinduan akan keindahan alam Pulau Seribu Pura. Lagu itu adalah cermin otokritik sekaligus pengingat akan tanggung jawab besar generasi penerus.

“Lagu Kembalikan Baliku mengingatkan kita semua akan tanggung jawab menjaga alam, kebudayaan, dan jati diri Bali di tengah gempuran perubahan zaman. Pesan itu disampaikan Mas Guruh dengan sangat halus melalui seni yang mampu menyentuh hati dan mengajak kita merenung,” tutur Dewa Jack.

Warisan yang Terus Hidup

Perjalanan panjang Mas Guruh Soekarnoputra di panggung kebudayaan dan politik nasional telah menorehkan tinta emas. Pemikiran, keteguhan sikap, dan karya-karyanya dipastikan akan terus hidup menginspirasi generasi muda, khususnya di Bali.

“Selamat jalan, Mas Guruh. Terima kasih atas segala pengabdian, pemikiran, dan karya-karya monumental yang telah dipersembahkan untuk bangsa dan kebudayaan Indonesia,” tutup Dewa Jack.

***

Pewarta: Wira Natagumi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026