09/09/2026

Ringankan Beban Yadnya Warga, Pemkot Denpasar Gelar Stimulan Rp300 Juta di Sesetan

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan, Rabu (9/9)

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Denpasar Selatan, Rabu (9/9)/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Kota Denpasar terus menunjukkan komitmen dan keberpihakan nyatanya dalam mendukung serta meringankan beban pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan melalui penyerahan bantuan dana hibah sebesar Rp300 juta sekaligus kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang turut ngayah nyangging (memotong gigi) dalam Karya Atma Wedana dan Mapandes Kinambulan di Pemelisan Desa Adat Sesetan, Rabu (9/9).

Hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan Kadek Hermanto, serta tokoh masyarakat dan krama Desa Adat Sesetan.

Sejak pagi, ratusan warga memadati areal bale peyadnyan. Mapandes massal kali ini diikuti sebanyak 138 peserta dengan melibatkan 21 orang sangging, di mana Wali Kota Jaya Negara menjadi salah satu sangging yang bertugas mengasah gigi para peserta. Sementara itu, rangkaian Atma Wedana (memukur) diikuti sebanyak 142 sawa.

Di sela-sela kegiatan, Wali Kota Jaya Negara menegaskan bahwa Pemkot Denpasar akan terus hadir mendampingi masyarakat dalam menjalankan ritual Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Menurutnya, ritual mapandes penting dilaksanakan saat anak menginjak usia remaja atau dewasa guna mengendalikan Sad Ripu — enam sifat buruk dalam diri manusia (kama, lobha, krodha, mada, matsarya, dan moha).

“Ritual ini bertujuan membentuk karakter manusia agar mampu mengendalikan diri dan menjalani kehidupan secara lebih baik. Dukungan pemerintah, baik melalui kehadiran langsung maupun pendorongan dana hibah Rp300 juta ini, merupakan wujud kepedulian Pemkot Denpasar untuk memastikan beban keagamaan krama dapat terus diringankan,” ujar Jaya Negara.

Atas dukungan nyata tersebut, Bendesa Adat Sesetan, I Made Sudarma, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Kota Denpasar. Ia menjelaskan bahwa karya massal berkala setiap dua tahun sekali ini dirancang untuk menekan pengeluaran umat, tidak hanya bagi krama Sesetan tetapi juga masyarakat luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Wali Kota Jaya Negara, atas perhatian, kehadiran, serta bantuan stimulan yang diberikan. Sinergi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam menjalankan kewajiban keagamaan,” ungkap I Made Sudarma.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE