Turun ke Medewi, Golkar Sumbang Sembako Hingga Gagas Pembangunan Jalan

 Turun ke Medewi, Golkar Sumbang Sembako Hingga Gagas Pembangunan Jalan

Sugawa Korry bersama Made Suardana saat menyerahkan sembako kepada warga pengungsian, Sabtu (23/1).

Jembrana, Balikonten.com – Bencana banjir di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana menjadi media pengabdian Partai Golkar kepada masyarakat. Gerakan itu juga menjadi bagian dari program bakti sosial Partai Golkar yang merupakan agenda rutin.

Dipimpin Ketua DPD I Golkar Provinsi Bali, Nyoman Sugawa Korry, para petinggi Partai Golkar turun gunung ke lokasi pengungsian pada Sabtu (23/1). “Banjir mengakibatkan 30 warga Desa Pekutatan terdampak, di Desa Pulukan 20 warga dan Desa Pekutatan 16 dan 3 rumah tergerus,” ujar Sugawa.

Suardana memberi motivasi kepada warga pengungsian agar tetap sabar menjalani keseharian di tengah musibah.

Kegiatan itu diikuti Partai Golkar mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat kecamatan, AMPG dan KPPG. Selain memberi semangat kepada para warga, rombongan juga memberikan sembako, membagi air mineral serta masker kepada warga pengungsian.

Ketua DPD II Golkar Jembrana, Made Suardana yang turut hadir menerangkan, AMPG dan KPPG merupakan penggerak Partai Golkar yang melakukan bakti sosial kerja gotong royong. Selain menyambangi pengungsian, dia menyebut AMPG dan KPPG juga menggagas pembangunan infrastruktur.

Salah satunya membuat jalan pintas di desa Yeh Embang yang menuju akses 3 banjar dengan jumlah 2000 KK. “Saat bertemu warga, mereka ingin mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk membantu jangka pendek yakni sembako,” tutur Suardana.

AMPG turut dalam gerakan perbaikan akses jalan setelah banjir terjadi. Akses jalan menjadi salah satu hal krusial yang dihadapi warga setempat.

Untuk kontribusi jangka panjang, kata dia, masyarakat berharap ada dukungan pembangunan saluran air minum dan jalur tranpotasi yang terputus. “Menyikapi bencana ini adalah tugas kemanusiaan yang harus kami lakukan sebagai wujud karya nyata. Ini akan memberikan semangat m kepada masyarakat yang kehilangan rumahnya,” beber Suardana.

Melalui peristiwa ini, dia berharap ada peran pemerintah untuk ikut membantu masyarakat yang tertimpa musibah banjir. “Masyarakat di pinggir hutan merasakan kesulitan air bersih karena pipa saluran air bersih tergerus oleh air sungai yang besar,” tutupnya. (801)

BACA JUGA:  Golkar Bali Data Kader Riil, Anggarkan Rp100 Juta Agar Bisa Cetak KTA

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE