04/11/2026

Tutik Wardhani: Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Dinilai Mampu Bangkitkan Empati dan Kasih Sayang Keluarga

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Dinilai Mampu Bangkitkan Empati dan Kasih Sayang Keluarga

Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Dinilai Mampu Bangkitkan Empati dan Kasih Sayang Keluarga/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Program “Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah” yang dijadwalkan serentak pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (13/7/2026) mendatang, mendapat apresiasi positif. Gerakan ini dinilai menjadi momentum krusial untuk merekatkan kembali hubungan emosional di dalam keluarga.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk membangkitkan rasa empati dan kepedulian yang mendalam di lingkungan keluarga. Menurutnya, selama ini sering kali ada pandangan kaku mengenai pembagian peran di rumah tangga.

​”Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah itu sudah merupakan upaya membangkitkan rasa empati kita di dalam keluarga. Yang sementara ini mungkin ada pemikiran bahwa ayah itu hanya kepala keluarga atau pencari nafkah. Tetapi sekarang, dengan inisiasi dari Kemendukbangga, kita diingatkan bahwa pertumbuhan putra-putri kita sangat berkaitan erat dengan kasih sayang,” ujar Tutik di sela-sela perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di BKKBN Bali, pada Kamis (9/7/2026).

​Tutik Kusuma Wardhani menambahkan, di tengah kemajuan zaman dan pesatnya teknologi modern, esensi kasih sayang langsung dari orang tua tidak boleh terkikis atau dihilangkan. Baginya, keterlibatan aktif seorang ayah dalam mendampingi anak di hari pertama sekolah memiliki makna psikologis yang sangat mendalam bagi perkembangan anak.

​Meskipun terlihat sederhana, tindakan seorang ayah meluangkan waktu untuk mengantar anaknya ke sekolah memiliki dampak emosional yang luar biasa. Hal ini menjadi jawaban bagi anak-anak yang selama ini merindukan kehadiran sosok ayah akibat kesibukan kerja.

​”Walaupun terlihat sepele, terlihat kecil sekali arti dari ayah hanya sekedar mengantarkan, tetapi itu maknanya bagi putra-putrinya sangat luar biasa. Anak-anak yang selama ini jarang bertemu karena ayahnya sibuk dengan urusan pekerjaan, kini merasa bangga sekali. Mereka merasakan bahwa ternyata ayahnya masih tetap peduli kepada putra-putrinya,” pungkas Tutik.

​Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran para ayah akan pentingnya pengasuhan bersama (co-parenting) semakin meningkat, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan fondasi emosional yang kuat di era digital yang penuh tantangan.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026