Unggul dari Roma dan Italia, Bali Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024

 Unggul dari Roma dan Italia, Bali Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kajari Denpasar, Yuliana Sagala, serta Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat menghadiri Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan I Kejaksaan RI Tahun 2022 di Graha Sewaka Dharma, Kota Denpasar, Selasa (22/3). Foto oleh Humas Pemkot Denpasar.

Denpasar, Balikonten.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik bahwa Indonesia terpilih sebagai tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10, yang akan diselenggarakan di Bali pada tahun 2024 mendatang.

 

World Water Forum (WWF) atau Forum Air Sedunia merupakan kegiatan rutin tiga tahunan yang memamerkan aneka ruang kreativitas dan inovasi yang terkait ke-air-an. Forum ini merupakan wadah khusus para pihak (stakeholder) dari seluruh dunia yang mempunyai perhatian di bidang sumber daya air.

 

Lewat forum ini pula, sejumlah pihak mencari solusi tantangan di bidang Sumber Daya Air (SDA)
di masa depan. Masalah tentang air saat ini menjadi isu strategis di seluruh dunia, di saat bersamaan stakeholder terkait mulai mencari solusinya yang didasari dengan kegiatan World Water Council (WWC) yang telah berdiri pada tahun 1996.

 

Pemilihan dilakukan dalam pertemuan Dewan Gubernur World Water Council (WWC) ke-9 di Dakar, Sinegal, pada 19 Maret 2022 yang lalu. Dengan terpilihnya Bali sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan WWF ini, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan rasa syukur sekaligus menyambut baik keputusan ini sebagai wujud apresiasi dunia kepada Indonesia dan Bali khususnya.

 

Perjuangan agar Indonesia berhasil menjadi tuan rumah dan Bali sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan WWF 2024, merupakan perjuangan sangat berat melalui proses panjang. Persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali telah dimulai pada tahun 2019. Gubernur Bali mengawali dengan menerbitkan Surat Rekomendasi tanggal 29 Juli 2019 Nomor: 503/9482/SEKRET/DISPUPR, yang ditujukan kepada Presiden WWC yang berkedudukan di Marseille, Perancis.

 

Dalam Surat Rekomendasi, Gubernur Wayan Koster, menyampaikan dukungan dan harapan agar Pemerintah Indonesia dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Dewan Air Dunia dan memohon agar pertemuan itu dilaksanakan di Bali.

BACA JUGA:  Banten Purnama Kesanga, Baik untuk Melaksanakan Dana Punia Tidak Baik untuk Dewa Yadnya dan Manusa Yadnya

 

Gubernur menyampaikan lima rasionalitas sebagai pertimbangan yaitu: pertama, Bali merupakan pulau dewata sebagai pusat peradaban dunia, memiliki kekayaan dan keunikan adat istiadat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal yang adiluhung, memiliki alam yang indah dengan keramahtamahan masyarakatnya, sehingga telah menarik  perhatian masyarakat dunia.

 

Lanjutnya pada tanggal 8 Desember 2021, Panitia Seleksi Tuan Rumah World Water Forum 2024 berkunjung ke Bali yang dipimpin langsung oleh Governor of World Water Council,
Dale Jacobson, didampingi oleh Tim Kementerian PUPR RI, dan Pendiri Indonesia Water Institute (IWI). Rombongan diterima Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.

 

Pada kesempatan tersebut Gubernur Wayan Koster memaparkan filosofi pembangunan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal yaitu pembangunan yang harmonis terhadap alam dengan memuliakan air.

 

Pemuliaan terhadap air telah dituangkan dalam Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, Sakala-Niskala menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

 

Bagi Krama Bali, air tidak hanya dibutuhkan untuk minum, mandi, memasak, kebersihan, dan pengairan, tetapi juga dibutuhkan sebagai sarana untuk penyucian dalam setiap
upacara keagamaan terutama untuk tirta.

 

Gubernur Bali jebolan ITB ini juga memastikan siap mendukung penuh dan memfasilitasi kegiatan WWF 2024. Hal itu juga akan diperkuat oleh fasilitas dan infrastruktur pendukung, dimana Bali sudah sering menggelar secara sukses perhelatan tingkat dunia mulai dari IMF Summit hingga gelaran APEC beberapa tahun lalu.

BACA JUGA:  Anggara Kasih Julungwangi, Persembahan, Dewa yang Dipuja dan Bantennya

 

“Belum lagi, persiapan untuk KTT G20 tahun 2020 menjadikan Bali semakin punya kesiapan untuk menjadi tuan rumah bagi pertemuan akbar yang menghadirkan delegasi banyak negara,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini seraya menyatakan gelaran internasional seperti WWF ini diharapkan mampu menjadi upaya pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali yang sangat terpuruk akibat Pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun.

 

Sementara itu, Governor of World Water Council, Dale Jacobson yang memimpin langsung
election committee WWF 2024 menyatakan sangat terkesan dengan paparan dan penjelasan Gubernur Bali, Wayan Koster yang secara nyata memperlihatkan bagaimana air jadi elemen penting dalam kehidupan dan juga pola pembangunan di Bali.

 

“Saya terkesan, terutama melihat air jadi bagian penting sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat Bali dan Saya juga apresiasi bahwa air jadi elemen penting dalam program pembangunan. Saya sejujurnya sangat terkesan bagaimana air bisa jadi bagian kehidupan dan pembangunan berkelanjutan di Bali, ini kata kunci penting harus dikatakan dalam WWF nanti. Artinya, sustainability adalah hal yang utama,” sebut Dale Jacobson.

 

Setelah pertemuan itu, Jacobson beserta timnya yang terdiri dari 4 orang meninjau langsung kesiapan fasilitas serta pendukung yang nantinya akan digunakan untuk mendukung terselenggaranya ajang pertemuan dunia tiga tahunan ini (WWF 2024), yaitu: Kawasan Subak Jatiluwih-Tabanan dan Kawasan ITDC Nusa Dua.

 

Surat Rekomendasi Gubernur Bali, dan paparan Gubernur Bali tentang filosofi pembangunan Bali yang harmonis terhadap alam, serta hasil kunjungan Tim Panitia Seleksi ke Bali akhirnya dibahas dalam pertemuan Dewan Gubernur World Water Council (WWC) ke-9 di Dakar, Sinegal, pada
19 Maret 2022.

BACA JUGA:  Lokasi Melukat di Bali yang Wajib Dikunjungi, Netralisir Diri dari Hal Negatif

 

Dalam pemilihan ini, Bali bersaing dengan Roma, Italia. Untuk terpilih, kandidat harus memperoleh dukungan simple majority (minimal 19 dari 36 suara). Bali dinyatakan terpilih setelah memperoleh 30 suara melawan 1 suara dalam pemilihan tersebut.

 

Terpilihnya Bali merupakan bentuk kepercayaan masyarakat internasional terhadap peran kepemimpinan dan komitmen Indonesia dalam isu pengelolaan air. Sebagaimana dimaklumi,
akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan salah satu elemen penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Indonesia secara konsisten terus berupaya berkontribusi mendorong pencapaian SDGs Global, termasuk di bidang akses terhadap air bersih dan sanitasi.

 

WWF ke-10 tahun 2024 di Bali, akan mengangkat tema “Water for Shared Prosperity” yang sangat relevan dengan kondisi global saat ini, dimana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target SDG 6, yaitu terkait hak atas air bersih dan sanitasi.

 

Indonesia merupakan negara Asia Tenggara pertama yang terpilih sebagai tuan rumah WWF. Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah WWF-10 merupakan upaya keras Kementerian PUPR, bersama Kementerian Luar Negeri, dan Pemerintah Provinsi Bali. (red)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!