Wamenkes Benjamin Paulus Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Hadapi Peralihan Musim di Bali
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, mengingatkan masyarakat akan pentingnya memperkuat daya tahan tubuh dan melakukan vaksinasi guna menghadapi potensi lonjakan kasus influenza seiring masuknya musim penghujan.
Hal tersebut disampaikannya di sela-sela acara Ngoerah Fit and Fun Screening yang berlangsung di Amphitheater Living World Denpasar, Jumat (6/11/2026). Dalam kesempatan yang sama, Wamenkes juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada masyarakat Bali atas antusiasme dan partisipasi aktif mereka dalam menjaga kesehatan bersama.
“Terima kasih kepada masyarakat yang hari ini hadir dan menunjukkan kesadaran luar biasa terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Antusiasme seperti inilah yang menjadi kunci utama kita dalam membangun ketahanan kesehatan nasional,” ujar Benjamin.
Menyoroti tren kesehatan saat ini, Benjamin menjelaskan bahwa influenza, terutama dari tipe A, masih mendominasi kasus penyakit musiman. Menurutnya, flu mudah menyerang kembali karena sifat virus yang terus bermutasi setiap tahunnya, sehingga sistem kekebalan tubuh memerlukan adaptasi baru.
“Virus itu selalu berubah bentuk dan bervariasi setiap tahunnya. Karena virus ini terus bermutasi, tubuh kita tidak lagi mengenalinya, sehingga flu rentan terjadi di masa pergantian musim seperti sekarang,” jelas Wamenkes Benjamin.
Karena infeksi virus tidak dapat disembuhkan dengan obat spesifik, Benjamin menekankan bahwa benteng pertahanan terbaik adalah menjaga kondisi fisik tetap prima. Selain itu, pencegahan primer melalui vaksinasi dinilai sangat krusial, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia dan calon jemaah haji yang akan bepergian ke luar negeri.
Lebih lanjut, Wamenkes memaparkan bahwa dunia medis saat ini telah menyediakan berbagai pilihan vaksin untuk mencegah berbagai penyakit menular, mulai dari vaksin tifus, demam berdarah, malaria, hingga vaksin tuberkulosis (TB) yang kini sedang dalam tahap pengembangan global dan diprediksi akan segera hadir dalam beberapa tahun ke depan.
***