Bukan Cuma Jualan Online, Diskop UKM Bali Paparkan 5 Tahapan Penting Digitalisasi UMKM

Jualan di Marketplace Tanpa Dipotong Pajak Ternyata Cuma Pedagang Kategori Ini yang Bisa/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali mendorong seluruh pelaku usaha mikro lokal untuk memperluas pemahaman mengenai esensi digitalisasi bisnis. Pemprov Bali menilai digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan atau tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari infrastruktur dasar yang wajib dimiliki oleh setiap badan usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, meluruskan kekeliruan pemahaman di masyarakat yang selama ini mengidentikkan digitalisasi sebatas aktivitas pemasaran atau berjualan barang secara online di media sosial dan marketplace.
“Digitalisasi UMKM itu tidak boleh dipersempit hanya menjadi ‘jualan online’. Bagi kami, digitalisasi mencakup lima pilar utama: Digital Identity (identitas usaha digital), Digital Transaction (transaksi non-tunai), Digital Marketing (pemasaran digital), pencatatan keuangan digital, hingga tata kelola data usaha. Ke depan, histori data usaha digital ini yang akan menjadi acuan utama lembaga keuangan dalam menilai kelayakan kredit sebuah UMKM,” kata Tri Arya Dhyana Kubontubuh di Denpasar, Selasa (6/10/2026).
Dalam merealisasikan pilar-pilar tersebut, Diskop UKM Bali secara intensif mengenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kepada para perajin dan pelaku kuliner lokal. Pemanfaatan AI terbukti mampu memangkas waktu dan biaya dalam pembuatan materi branding, penyusunan narasi produk, hingga perancangan strategi pemasaran yang presisi.
Selain itu, Diskop UKM Bali juga memfasilitasi kerja sama antara perajin UMKM dengan para selebgram dan kreator konten digital. “Lewat skema kolaborasi saling menguntungkan (mutualisme) ini, pengusaha dapat berfokus menjaga kualitas dan konsistensi produksi, sementara urusan promosi digital ditangani secara profesional oleh para kreator konten, ” tambahnya.
Langkah digitalisasi ini diperkuat oleh komitmen Bank BPD Bali yang menempatkan digitalisasi UMKM dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi keberlanjutan layanannya. Dengan pencatatan transaksi yang terintegrasi secara digital, transparansi laporan keuangan UMKM dipastikan makin rapi sehingga mempermudah mereka dalam menembus akses permodalan perbankan formal.
***