Catat Tanggal Kajeng Kliwon Selama April 2026 Terdekat Senin, 13 April 2026
ilustrasi gambar canang untuk melaksanakan persembahyangan bagi umat Hindu/ Balikonten/ Disbud Kabupaten Buleleng
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Berdasarkan penanggalan kalender Bali, Kajeng Kliwon adalah siklus 15 hari yang masing-masing memiliki esensi pembersihan alam semesta dan diri sendiri.
Ada 3 kajeng kliwon yakni Uwudan, Enyitan kedua ini datang setiap bulan dan Pamelastali setahun hanya sekali yakni pada Watugunung Runtuh.
Berikut adalah jadwal lengkap dan ulasan mengenai Kajeng Keliwon April 2026 agar Anda dapat mempersiapkan sarana upakara dengan tepat:
1. Kajeng Keliwon Uwudan (13 April 2026)
Pertemuan antara hari ke-9 dalam siklus Panca Wara dan Sapta Wara ini akan jatuh pada Senin, 13 April 2026.
Istilah Uwudan merujuk pada posisi hari suci yang datang setelah bulan purnama menuju bulan mati (Tilem). Dalam dresta masyarakat Bali, Kajeng Keliwon Uwudan merupakan waktu yang sangat baik untuk melakukan introspeksi diri dan memohon keselamatan (kerahayuan) agar terhindar dari pengaruh negatif. Secara ritual, momen ini digunakan untuk menetralisir energi-energi “bawah” (bhuta kala) agar kembali menjadi energi positif yang harmonis.
2. Kajeng Keliwon Enyitan (28 April 2026)
Memasuki akhir bulan, tepatnya pada Selasa, 28 April 2026, umat Hindu kembali merayakan Kajeng Keliwon Enyitan.
Berbeda dengan Uwudan, Enyitan terjadi dalam siklus setelah bulan mati (Tilem) menuju bulan purnama. Secara filosofis, Enyitan melambangkan pertumbuhan atau masa di mana energi spiritual mulai “menanjak”. Hari ini dianggap sangat baik untuk memohon anugerah kekuatan pikiran, ketajaman spiritual, serta perlindungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Makna Ritual di Hari Kajeng Keliwon
Secara jurnalistik dan teologis, Kajeng Keliwon adalah hari yang dikeramatkan karena diyakini sebagai waktu di mana batas antara dunia nyata dan dunia niskala (gaib) menjadi sangat tipis. Umat biasanya menghaturkan segehan di pintu masuk rumah atau di lebuh sebagai simbol penghormatan kepada kekuatan alam agar tercipta keseimbangan (Somya).
Bagi Anda yang menyusun rencana perjalanan atau agenda kegiatan di Bali pada April 2026, mencatat kedua tanggal ini sangat penting, mengingat aktivitas keagamaan biasanya akan meningkat di pura-pura maupun di lingkungan keluarga.
Pastikan persiapan banten dan sarana persembahyangan lainnya telah siap sebelum matahari terbenam (sandikala) pada tanggal 13 dan 28 April mendatang. Tetap jaga kekhusyukan untuk meraih manfaat spiritual dari siklus sakral ini.
***
