Cok Ace Masih Optimistis Promosikan Bali, Tahun Ini PHRI Targetkan 7 Juta Wisman
Cok Ace Masih Optimistis Promosikan Bali, Tahun Ini PHRI Targetkan 7 Juta Wisman/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali masih optimistis mengejar target 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir 2026, meski performa pariwisata Bali selama tujuh bulan pertama belum melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya.
Ketua PHRI Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), mengatakan penurunan akumulatif kunjungan hingga Juli tidak terlepas dari berbagai tekanan eksternal, mulai dari situasi geopolitik global, kondisi cuaca, hingga kondisi ekonomi sejumlah negara asal wisatawan.
“Tidak apa-apa, kita tahu sendiri dampak daripada geopolitik global, kemudian dampak daripada cuaca juga masih berpengaruh, juga dampak ekonomi di negara-negara lain,” ujarnya usai menghadiri sidang promosi doktor di Fakultas Pariwisata Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Selasa (11/8).
Menurut Cok Ace, ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi keputusan wisatawan untuk melakukan perjalanan internasional.
“Pertama perang di Middle East, ini betul-betul berpengaruh bagi setiap orang yang ingin ke Bali. Ya mudah-mudahan tahun yang akan datang bisa lebih baik lagi,” jelasnya.
Meski demikian, Bali masih mencatatkan pertumbuhan kunjungan wisman sepanjang 2026. Hingga 23 Juli 2026, jumlah wisman yang datang ke Bali telah mencapai sekitar 3,7 juta kunjungan, dengan Australia, India, dan China menjadi tiga negara penyumbang wisman terbesar.
Cok Ace melihat tren tersebut masih berpeluang menguat pada periode berikutnya, terutama memasuki musim kunjungan wisatawan.
“Tapi kami masih optimis, tren di bulan Juli, Agustus ini menuju ke tingkat yang bagus,” tutur Cok Ace.
Dengan masih tersisanya periode puncak kunjungan hingga September, PHRI Bali berharap peningkatan kunjungan pada bulan-bulan berikutnya dapat menutup selisih capaian yang terjadi pada paruh awal tahun.
Cok Ace merujuk pada capaian tahun sebelumnya ketika jumlah kunjungan wisman Bali mampu melampaui target yang ditetapkan.
“Dulu kita kan dapat 7 juta lebih ya, dari target yang hanya 6,5 kita dapat 7 juta lebih. Mudah-mudahan sekarang 7 juta lebih ini bisa kita capai. Agustus ini kan belum lewat peak season, kita sampai September nanti peak season, mudah-mudahan ini bisa menutup kurangnya,” pungkasnya.
Optimisme tersebut menunjukkan bahwa industri pariwisata Bali masih melihat peluang pertumbuhan di tengah ketidakpastian global. Bagi PHRI, periode puncak kunjungan hingga September menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi dan menarik lebih banyak wisatawan ke Bali.
***


