03/11/2026

Melukat untuk Awet Muda? Coba Datang ke Bangli

Rekomendasi Tempat Melukat di Gianyar, Terbaru 2024

Tirta Empul menjadi salah satu rekomendasi tempat melukat di Gianyar/ commons.wikimedia/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pura Pasiraman Kasuma Dewi yang terletak di Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang, Kabupaten Bangli, menyimpan keunikan tradisi Hindu Bali yang jarang ditemukan di tempat lain.

Situs suci ini menawarkan daya tarik spiritual sekaligus tantangan fisik bagi para pamedek. Setiap orang yang datang untuk melaksanakan ritual penyucian diri atau melukat wajib melepaskan seluruh pakaian mereka saat berada di bawah pancuran suci.

Ketentuan melukat tanpa busana ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Meskipun dilakukan di area terbuka tanpa sekat pemisah, suasana sakral tetap terjaga sepenuhnya. Masyarakat setempat meyakini bahwa ritual di sumber mata air ini berkhasiat menjaga kemudaan wajah serta meningkatkan kesuburan bagi pasangan yang mendambakan keturunan.

Jejak Legenda Raja Tamanbali dan Pasek Dawan

Keberadaan Pura Pasiraman Kasuma Dewi berkaitan erat dengan narasi sejarah lokal. Pemangku pura, Gusti Mangku Gede, menjelaskan bahwa situs ini bermula dari pelarian Raja Tamanbali pada masa penjajahan. Saat itu, sang raja sedang diburu oleh musuh dan mencari perlindungan di wilayah Bangli.

Seorang warga bernama Pasek Dawan kemudian membantu menyembunyikan sang raja di area perbukitan dekat Desa Tambahan. Raja diarahkan masuk ke dalam sebuah gua yang memiliki sumber mata air alami atau klebutan.

Titik persembunyian inilah yang kemudian diyakini sebagai cikal bakal Pura Pasiraman Kasuma Dewi. Meski arti spesifik dari nama “Kasuma Dewi” belum teridentifikasi secara pasti, lokasi ini telah berkembang menjadi area pemandian suci dengan bangunan pura yang berdiri tegak di bagian atasnya.

Panduan Rute Menuju Lokasi

Pamedek yang ingin berkunjung dapat menempuh perjalanan menuju pusat Kota Bangli. Titik acuan utama adalah Lapangan Kapten Mudita. Dari lapangan tersebut, perjalanan berlanjut dengan berbelok ke arah kanan menuju Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bangli.

Tepat di sebelah selatan LP, terdapat gerbang besar di sisi timur jalan yang menandakan pintu masuk Banjar Tegal, Bebalang. Wisatawan atau pamedek cukup berkendara lurus ke arah timur sejauh satu kilometer hingga menemukan Balai Banjar Tegal. Lokasi Pura Pasiraman Kasuma Dewi berada tidak jauh di sebelah timur balai banjar tersebut.

Konsekuensi Adat dan Sanksi Mistis

Aturan melukat tanpa pakaian di tempat ini merupakan hukum adat yang bersifat mengikat. Gusti Mangku Gede menyatakan bahwa warga sangat patuh terhadap tradisi leluhur ini karena adanya peristiwa nyata di masa lalu. Pernah ada seorang anak sekolah dasar yang mandi dengan tetap mengenakan pakaian, dan seketika itu juga sumber mata air mengering total.

Kejadian tersebut dianggap sebagai kabrebehan atau malapetaka bagi warga desa. Masyarakat akhirnya menggelar upacara Guru Piduka sebagai bentuk permohonan maaf kepada kekuatan niskala yang berstana di pasiraman. Setelah ritual tersebut usai, air kembali mengalir deras.

Sejak saat itu, aturan adat diperketat. Larangan meliputi:

  • Melukat dengan mengenakan pakaian.
  • Mengambil air saat dalam kondisi cuntaka (kotor kain/berduka).
  • Meletakkan pakaian di area pancuran.

Pelanggar aturan ini akan dikenai sanksi tegas berupa kewajiban menghaturkan banten Guru Piduka serta denda uang untuk membiayai upacara pembersihan.

Etika Melukat dan Khasiat Tiga Pancuran

Gusti Mangku Gede menegaskan bahwa pamedek boleh mengenakan kain saat berada di pelataran pasiraman, namun wajib menanggalkannya saat menyentuh air pancuran. “Laki-laki dan perempuan melukat bersamaan di tempat yang sama. Biasanya perempuan berjongkok dan menutup bagian vital dengan tangan, sementara laki-laki bisa berdiri atau jongkok,” ungkapnya.

Keajaiban spiritual di lokasi ini membuat para pamedek kehilangan hasrat negatif. Fokus setiap orang sepenuhnya tercurah pada prosesi pembersihan diri sehingga tidak pernah terjadi tindakan tidak senonoh.

Di area pasiraman, terdapat tiga pancuran utama dengan khasiat berbeda:

  • Pancuran Selatan: Secara turun-temurun diyakini masyarakat dapat menyembuhkan penyakit kencing batu.
  • Dua Pancuran Utara: Diyakini memberikan aura awet muda bagi siapa saja yang membasuh diri.
  • Pancuran Tengah: Dipercaya kuat mampu meningkatkan kesuburan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026