03/11/2026

Viral Ngaben di Nusa Penida Bakar Mobil, Begini Tanggapan PHDI Bali

ngaben mobil ikut di bakar di nuda penida

Proses ngaben yang tak biasa, mobil ikut dikabar di Nusa Penida/ balikonten

PHDI Bali Tanggapi Ngaben Viral di Nusa Penida: Wasiat Almarhum Harus Bakar Lembu di Atas Mobil

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Prosesi ngaben unik di Nusa Penida, Klungkung, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Dalam video yang beredar, upacara kremasi ini menggunakan petulangan lembu yang diletakkan di atas mobil pikap. Prosesi tersebut dilakukan untuk menghormati mendiang Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar, seorang tokoh masyarakat di Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida.

Permintaan dalam Wasiat

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, I Nyoman Kenak, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi, turut hadir dalam upacara tersebut. Ia menjelaskan bahwa penggunaan mobil dalam upacara ngaben merupakan permintaan langsung dari almarhum yang telah dituangkan dalam surat wasiat.

[irp]

“Ini bukan sekadar tambahan sarana, melainkan bagian dari wasiat yang harus dijalankan oleh ahli waris. Mendiang adalah sosok yang sangat sosial,” ujar Kenak pada Rabu, 12 Maret 2025.

Lebih lanjut, Kenak menegaskan bahwa kendaraan yang digunakan dalam prosesi tersebut tidak terbakar sepenuhnya. Setelah ritual selesai, mobil itu diserahkan kepada desa adat sebagai hibah.

Mobil Dihibahkan ke Desa Adat

Menurut penjelasan bendesa adat setempat, terdapat dua mobil dalam prosesi ini: satu digunakan untuk membawa petulangan lembu dan satu lagi sebagai wadah upacara. Sebelum digunakan, tangki bahan bakar dilepas dan ban dikempiskan untuk menghindari risiko kebakaran besar.

[irp]

“Mobil tersebut tetap dalam kondisi baik dan setelah prosesi selesai, langsung diserahkan ke desa adat untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Kenak.

Mendiang Dikenal Dermawan dan Kritis

Semasa hidupnya, Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar dikenal sebagai sosok dermawan yang banyak berkontribusi bagi masyarakat Nusa Penida. Ia bahkan menghibahkan beberapa bidang tanah miliknya untuk pembangunan pura.

Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai figur yang kritis terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait pembangunan infrastruktur di Nusa Penida. Ia kerap bersuara mengenai perbaikan jalan dan akses air bersih bagi masyarakat setempat.

[irp]

Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar berpulang pada usia 75 tahun, setelah menjalani perawatan akibat penyakit jantung di RS Prima Medika pada Sabtu, 15 Februari 2025. Ia meninggalkan empat anak dan tujuh cucu.

Rangkaian Upacara Lanjutan

Setelah prosesi ngaben, keluarga akan melanjutkan rangkaian upacara adat, termasuk ngeroras dan meajar-ajar saat Purnama Kadasa, serta ngikup pada piodalan Dewa Hyang saat Sugihan Bali.

Prosesi ngaben ini menegaskan bahwa setiap individu memiliki cara tersendiri dalam menjalankan tradisi, termasuk menjalankan wasiat terakhir demi menghormati leluhur. Meski sempat menjadi perbincangan, tradisi ini tetap dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan penghormatan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026