Perburuan Takjil di Denpasar: Mengulik 4 Sentra Kuliner Ramadhan Paling Populer
Kolak pisang menjadi salah satu takjil yang paling diburu saat buka puasa di Denpsar/ Wikimedia/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Tradisi berburu takjil atau yang populer dengan istilah “War Takjil” menjadi fenomena tahunan yang mempererat toleransi di tengah masyarakat Kota Denpasar. Meskipun Bali mayoritas dihuni oleh umat Hindu, geliat pasar Ramadhan tetap tumbuh subur dan menjadi destinasi favorit bagi warga muslim maupun masyarakat umum untuk mencari hidangan berbuka puasa.
Secara etimologi, merujuk pada keterangan Nahdlatul Ulama, takjil berasal dari akar kata yang berarti “menyegerakan”.
Menyegerakan berbuka dengan makanan manis seperti kurma atau kolak merupakan sunnah yang kini bertransformasi menjadi festival kuliner rakyat di berbagai sudut kota.
Bagi Anda yang berada di Ibu Kota Provinsi Bali, berikut adalah empat lokasi pasar takjil terfavorit dengan variasi menu yang lengkap dan harga terjangkau.
Lokasi Berburu Takjil di Denpasar
1. Bazar Kuliner Masjid Raya Baiturrahmah (Kampung Jawa)
Pusat takjil di kawasan Masjid Raya Baiturrahmah, Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara, tetap menjadi primadona utama. Setiap memasuki bulan suci, area ini bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif bagi warga Kampung Jawa.
Daya tarik utama di lokasi ini adalah kehadiran sate susu, kuliner khas yang hanya muncul secara masif saat Ramadhan. Selain itu, pengunjung dapat menemukan aneka lauk-pauk dan minuman segar dengan harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000. Bazar ini mulai beroperasi pukul 15.00 hingga 19.00 WITA. Kedatangan lebih awal sangat disarankan guna menghindari kehabisan menu favorit.
2. Sentra Takjil Toserba Tragia
Bergeser ke Denpasar Barat, kompleks pertokoan Tragia di Jalan Diponegoro menyajikan deretan lapak takjil yang tertata rapi. Lokasi ini menjadi titik strategis bagi pekerja kantoran yang ingin membeli kudapan sebelum pulang ke rumah.
Variasi hidangan yang ditawarkan meliputi aneka sate, gorengan, hingga jajanan pasar tradisional. Harga yang dipatok pedagang di kawasan ini cukup kompetitif, yakni berkisar antara Rp6.000 sampai Rp15.000 per porsi.
3. Pasar Takjil Kampung Sunda
Kampung Sunda yang berlokasi di Gang Marlboro, Denpasar Barat, menawarkan keunikan tersendiri. Tempat ini menjadi satu-satunya sentra takjil di Denpasar yang mengkhususkan diri pada kuliner khas Jawa Barat.
Lapak-lapak UMKM yang dikelola langsung oleh warga keturunan Sunda menyajikan menu autentik seperti:
- Oncom dan Combro
- Kue Cucur
- Bakso Cuanki
- Tutut (Siput sawah)
Lokasi ini menjadi oase bagi para perantau yang merindukan cita rasa asli Tanah Pasundan di Pulau Dewata.
4. Pasar Senggol Kodam Kepaon
Pasar Senggol Kodam yang terletak di Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan, merupakan pusat kuliner yang beroperasi sepanjang tahun. Namun, atmosfernya meningkat drastis saat Ramadhan.
Pasar ini menyediakan opsi makanan yang sangat beragam, mulai dari makanan ringan seperti es kelapa muda dan es buah, hingga makanan berat untuk makan malam. Keunggulan utama Pasar Senggol Kodam adalah jam operasionalnya yang panjang dan harga yang sangat ramah di kantong, menjadikannya destinasi favorit bagi mahasiswa dan warga sekitar.
Keberadaan pasar-pasar takjil ini membuktikan bahwa ekosistem kuliner Ramadhan di Denpasar memiliki segmentasi yang kuat, mulai dari spesialisasi daerah hingga pusat jajanan umum.
Data lapangan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di titik-titik tersebut mampu menggerakkan sektor UMKM lokal secara signifikan selama satu bulan penuh.
***
