09/09/2026

Ketua JMSI Bali: Analisis Wacana Kritis Jadi Bekal Penting Hadapi Banjir Informasi Digital

Ketua JMSI Bali Analisis Wacana Kritis Jadi Bekal Penting Hadapi Banjir Informasi Digital

Ketua JMSI Bali Analisis Wacana Kritis Jadi Bekal Penting Hadapi Banjir Informasi Digital/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Kemampuan analisis wacana kritis dinilai semakin penting dimiliki generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Melalui kemampuan tersebut, seseorang tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memahami dan mengkritisi narasi yang berkembang di ruang publik.

Pandangan itu disampaikan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, Nyoman Ady Irawan, saat menjadi pemateri Analisis Wacana dan Media dalam kegiatan Pekan Kaderisasi Dasar (PKD) PMII Kota Denpasar, Minggu (14/6/2026).
Menurut Ady, informasi yang beredar di media tidak selalu bersifat netral karena sering kali dibangun melalui sudut pandang dan kepentingan tertentu.

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa juga dapat membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu isu. Karena itu kader harus mampu melihat realitas di balik teks, memahami siapa yang memproduksi informasi, untuk kepentingan apa, dan bagaimana dampaknya terhadap publik,” jelasnya.

Ia menambahkan, meningkatnya penyebaran hoaks, disinformasi, dan propaganda di era digital membuat literasi media menjadi kebutuhan penting bagi setiap kader organisasi maupun masyarakat luas.

Kemampuan membaca wacana secara kritis, lanjutnya, sejalan dengan karakter organisasi kader yang lahir dari tradisi intelektual dan pemikiran kritis terhadap berbagai persoalan sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan.

Sementara itu, Ketua Biro Advokasi dan Jaringan Eksternal PMII Kota Denpasar, Angger Bayu Pamungkas, menilai keterampilan memilah informasi menjadi bekal penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh narasi yang menyesatkan.

“Dinamika media saat ini sangat cepat. Informasi yang belum tentu benar bisa dengan mudah menyebar luas. Melalui materi ini kami berharap kader PMII mampu memilah informasi secara kritis, memahami konstruksi media, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang mengandung hoaks maupun framing tertentu,” kata Bayu.

Melalui penguatan literasi media dan analisis wacana, diharapkan lahir generasi yang mampu membaca perkembangan zaman secara lebih kritis sekaligus berkontribusi dalam menjaga kualitas ruang publik di era digital.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE