13/09/2026

Agus Maha Usadha: Solo Ride 5 Benua IB Ngurah Wijaya Adalah Bukti Promosi Bali Lahir dari Ketulusan

Agus Maha Usadha: Perjalanan IB Wijaya adalah Promosi Bali yang Dilakukan dengan Ketulusan

(Kiri) Agus Maha Usadha saat menghadiri peluncuran buku Ida Bagus Ngurah Wijaya, Jumat (1192026). (Sumber Gung Kris/ balikonten)

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Usia 75 tahun terbukti bukan pembatas untuk terus berkarya dan mengibarkan nama Bali di panggung internasional. Hal inilah yang dibuktikan oleh Ida Bagus Ngurah Wijaya, pemilik Segara Village Hotel Sanur, setelah sukses menuntaskan misi spektakuler: solo ride mengelilingi lima benua dengan sepeda motor yang dilakoni sejak 2016.

Kisah dedikasi tanpa batas tersebut resmi diabadikan dalam sebuah buku yang diluncurkan di Denpasar pada Jumat (11/9/2026).

Bagi keluarga besar Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali, buku ini bukan sekadar catatan touring lintasan benua. Lebih dari itu, karya ini adalah dokumentasi nyata tentang pengabdian seorang tokoh kawakan dalam membawa wajah Indonesia dan Bali ke mata dunia.

Ketua NCPI Bali, Agus Maha Usadha, menegaskan bahwa petualangan IB Ngurah Wijaya merupakan bentuk promosi pariwisata yang sangat personal, otentik, dan lahir dari ketulusan hati.

Menurut Agus, apa yang dicapai IB Ngurah Wijaya bukan sekadar hitung-hitungan jarak ribuan kilometer atau rekor menembus batas negara. Yang utama, keberanian tersebut menjadi medium untuk memperkenalkan identitas Bali di ruang-ruang perjumpaan global.

“Ini bukan cuma soal naik motor. Ini adalah perjalanan seorang tokoh pariwisata yang membawa nama Bali dan Indonesia ke berbagai belahan dunia. Di usia 75 tahun, beliau membuktikan bahwa semangat mempromosikan pariwisata tidak pernah kenal batas usia,” ujar Agus Maha Usadha, Sabtu (12/9/2026).

Pariwisata Berbasis Ketulusan dan Keteladanan

Agus menyoroti pesan krusial di balik keberhasilan solo ride tersebut. Bagi NCPI Bali, promosi pariwisata tak selalu bergantung pada kampanye berskala besar dengan anggaran jor-joran. Keberanian, konsistensi, interaksi langsung, serta ketulusan merawat relasi dengan masyarakat dunia justru menjadi daya dorong promosi yang jauh lebih berkesan.

“Beliau berinteraksi langsung, memperkenalkan Bali dan Indonesia secara autentik. Inilah bentuk legacy yang sangat luar biasa,” tegasnya.

Sebagai pengusaha sekaligus organisatoris ulung, IB Ngurah Wijaya dinilai berhasil menjadi jembatan antara nilai sejarah perjalanan pariwisata Bali masa lalu dengan tantangan industri di masa depan. Ketekunan dan kecintaannya pada daerah menjadi teladan penting di tengah dinamika pariwisata yang kian cepat berubah.

“Beliau adalah inspirasi bagi kita semua. Bukan hanya karena berhasil menyelesaikan rute lima benua, tapi karena di sepanjang rute itu beliau terus membawa jiwa dan semangat pariwisata Bali,” imbuh Agus.

Sinergi Tokoh dan Akademisi Pariwisata

Acara peluncuran buku di Denpasar berlangsung hangat dengan dihadiri jajaran tokoh daerah, pelaku usaha pariwisata, kerabat, hingga keluarga besar NCPI Bali.

Suasana makin berbobot melalui sesi talk show yang menghadirkan tiga Guru Besar NCPI Bali:

  • Prof. IB Wyasa Putra
  • Prof. Nyoman Sunartha
  • Prof. I Dewa Palguna

Hadirnya para akademisi dan tokoh senior ini makin mempertegas bahwa aksi solo ride IB Ngurah Wijaya memiliki bobot pemikiran dan kontribusi nyata bagi wacana pariwisata Bali.
Menutup pandangannya, Agus berharap rekam jejak ini mampu membakar semangat generasi muda pariwisata Bali.

Pariwisata tidak boleh dipandang sebatas industri dan profit semata, melainkan sebagai wadah pengabdian serta cara menjaga harkat dan martabat Bali di mata internasional.

“Inilah esensi legacy. Bagaimana seseorang meninggalkan jejak — bukan cuma lewat bisnis yang dibangun, tapi lewat apa yang sudah diperbuat untuk membawa nama Bali dan Indonesia ke panggung dunia,” pungkas Agus.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE