09/09/2026

Ala Ayuning Dewasa: Menyelaraskan Aktivitas dengan Momentum Alam 27 Maret 2026

daftar rahinan hindu dan dewasa ayu menikah

Kalender Bali/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Masyarakat Bali hingga kini masih memegang teguh kearifan lokal dalam menentukan waktu yang tepat untuk berkegiatan. Berdasarkan hitungan Ala Ayuning Dewasa pada Jumat, 27 Maret 2026, terdapat sejumlah petunjuk penting bagi Anda yang berencana melakukan aktivitas pertanian, sosial, hingga upacara keagamaan.

Fokus pada Pembangunan dan Pertanian

Bagi para praktisi agraria, hari ini membawa pengaruh Pepedan. Momentum ini sangat ideal untuk membuka lahan pertanian baru. Tanah yang baru diolah pada hari ini dipercaya memiliki kesiapan yang baik untuk siklus tanam ke depan.

Namun, Anda sebaiknya menunda proses penempaan atau pembuatan peralatan dari besi, karena energi hari ini kurang selaras dengan aktivitas tersebut.

Selain itu, aspek Banyu Urug memberikan tanda positif bagi mereka yang ingin membangun konstruksi bendungan atau penampungan air. Sebaliknya, hindari menggali sumur baru hari ini karena secara perhitungan energetik dianggap kurang tepat.

Khusus untuk komoditas pangan, pengaruh Sampi Gumarang Munggah menyarankan petani untuk menangguhkan penanaman padi maupun jagung agar terhindar dari kendala di masa panen.

Momentum Sosial dan Spiritual

Hari ini adalah waktu yang sangat kuat untuk mempererat ikatan komunitas. Kehadiran Semut Sedulur menjadi pemicu semangat gotong royong dan kerja bakti. Bagi para aktivis atau organisasi, ini adalah saat yang tepat untuk memulai kampanye atau meresmikan perkumpulan baru. Sifat “semut yang beriringan” melambangkan soliditas dan kerja sama tim yang harmonis.

Di sisi spiritual, Dewa Stata menaungi pelaksanaan upacara Panca Yadnya, terutama Dewa Yadnya. Pelaksanaan ritual pemujaan kepada manifestasi Tuhan hari ini diprediksi akan berlangsung dengan kekhusukan yang tinggi.

Catatan Penting Mengenai Upacara Pitra Yadnya

Terdapat peringatan tegas bagi pelaksanaan upacara terkait kematian. Berdasarkan pengaruh Gagak Anungsang Pati dan Semut Sedulur, hari ini sangat tidak disarankan untuk melakukan upacara pembakaran jenazah (atiwa-tiwa) maupun penguburan. Melanggar petunjuk ini dipercaya dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi keluarga yang ditinggalkan maupun lingkungan sekitar.

Karakter Hari dan Dinamika Diri

Secara personal, hari ini dipengaruhi oleh Pararasan Laku Bintang. Karakteristik ini membawa aura yang tenang namun tetap bersinar secara intelektual. Meskipun Pancasuda Lebu Katiup Angin mengindikasikan adanya dinamika yang cepat berubah seperti debu yang tertiup angin, kondisi Ekajalaresi Tininggalin Suka memastikan bahwa rasa syukur dan kebahagiaan tetap menyertai langkah Anda. Dalam siklus Pratiti Bhawa, fokuslah pada keberadaan diri dan niat yang tulus dalam setiap tindakan agar hasil yang dicapai menjadi maksimal.

Bagi peternak, Kala Upa memberikan lampu hijau untuk mulai memelihara hewan ternak atau wewalungan. Memasukkan bibit ternak baru ke kandang pada hari ini dipercaya membawa keberuntungan dalam proses pemeliharaannya.

Ala Ayuning Dewasa, 27 Maret 2026

  • Banyu Urug. Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.
  • Dewa Stata. Baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya.
  • Gagak Anungsang Pati. Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa
  • Kala Upa. Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan).
  • Pepedan. Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
  • Sampi Gumarang Munggah. Tidak baik menanam padi dan jagung.
  • Semut Sedulur. Baik untuk gotong royang, kerja bakti, memulai kampanye, membentuk perkumpulan. Tidak baik mengubur atau membakar mayat.
  • Pararasan: Laku Bintang, Pancasuda: Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Bhawa.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE