10/09/2026

Estetika Spiritual Peed Aya PKB XLVIII 2026 Pukau Kurator

Estetika Spiritual Peed Aya PKB XLVIII 2026 Pukau Kurator

Estetika Spiritual Peed Aya PKB XLVIII 2026 Pukau Kurator/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui parade Peed Aya (Pawai) di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Sabtu (13/6), sukses memukau penonton. Bahkan kurator sekaligus guru besar seni pertunjukan, Prof. I Made Bandem memberikan apresiasi tinggi pada seluruh seniman yang tampil.

​Prof. Bandem mengaku takjub dengan bagaimana seluruh duta kabupaten/kota mampu membedah tema tahun ini, yakni “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha (Memuliakan Jiwa Paripurna), ke dalam konsep visual yang tidak hanya kaya estetika, tetapi juga sarat akan kedalaman makna spiritual.

​“Semua sangat mengejutkan. Tema ini sangat mendukung karena lebih bersifat spiritual daripada material. Para seniman mengambil berbagai sumber cerita dan melakukan penafsiran yang sangat luas sehingga melahirkan refleksi artistik yang mendalam,” ujar Prof. Bandem usai menyaksikan parade.

​Bagi Prof. Bandem, suguhan tahun ini melampaui ekspektasi hiburan konvensional. Setiap daerah berhasil menyisipkan pesan filosofis yang kuat, mulai dari ritus penyucian jiwa, penghormatan leluhur, hingga harmoni semesta.

​Salah satu pembeda utama dalam pawai tahun ini adalah integrasi karya ogoh-ogoh ke dalam alur cerita parade. Kehadirannya tidak sekadar menjadi pelengkap, melainkan katalis visual yang mempertegas narasi teatrikal masing-masing daerah.

​“Kehadiran ogoh-ogoh sangat memukau. Ini menjadi elemen baru yang memperkaya narasi dan memberi daya tarik visual yang luar biasa bagi penonton,” tambahnya.

​Kemegahan pawai dibuka secara kolosal melalui “Mahamredangga Kalpa”, sebuah mahakarya kolaboratif antara Komunitas Seni Usadhi Langu dan ISI Bali. Memadukan melodi gamelan Bali purwa dengan koreografi magis Siwa Nataraja, penampilan ini langsung menghentak sebagai simbol keseimbangan kosmis. Pawai diawali oleh Duta Kabupaten Jembrana dengan menampilkan seni bambu lewat Tari Cepaka Putih, Tari Mekepung, dan fragmen epik Bima Swarga. Sebagai penutup pawai, Duta Kota Denpasar menghadirkan garapan bertajuk “Tattwa Parisuda Vasudeva Kutumbhakam”.

​Secara keseluruhan, Prof. I Made Bandem optimistis melihat lompatan kualitas Peed Aya tahun ini yang berkembang sangat positif dibanding perhelatan sebelumnya. Ia berharap api kreativitas ini tidak boleh padam dan terus melahirkan inovasi baru di masa depan.
​“Mudah-mudahan tahun mendatang akan lebih hebat lagi dengan tema yang baru,” harapnya.

​Bagi Prof. Bandem, PKB XLVIII bukan lagi sekadar etalase seni keliling, melainkan sebuah media kontemplasi masif yang mengajak masyarakat merenungkan kembali relasi hakiki antara manusia dengan Tuhan, sesama, leluhur, serta alam raya.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE