Kisah Inspiratif Ibu dan Anak di Unmas Denpasar: Raih Gelar Magister Hukum Bersamaan, Sang Ibu Profesor Raih Predikat Cumlaude Tertinggi
Raih Gelar Magister Hukum Bersamaan, Sang Ibu Profesor Raih Predikat Cumlaude Tertinggi/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Suasana haru dan bangga menyelimuti The Westin Resort Nusa
Dua saat Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar prosesi wisuda ke-71.
Di antara 717 wisudawan dari 10 program studi, terdapat sepasang wisudawan istimewa
yang sukses mencuri perhatian: seorang ibu dan anak kandung yang diwisuda secara
bersamaan dari Program Studi Magister Hukum (S2).
Adalah Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, B.A.E., M.S., M.M., M.Mis., M.H., D.Th., Ph.D.,
D.Ag., sang Ibu dan putranya, Dr. Putu Agung Prianta, B.Eng(Hons), MA., M.H., yang
kompak mengenakan toga dan berjalan bersama dalam satu upacara purna studi.
Kisah keduanya menjadi sangat istimewa karena Prof. Anastasia—yang notabene telah
menyandang gelar Profesor dan Doktor di berbagai bidang, di antaranya arsitektur,
pariwisata, dan teologi—berhasil meraih predikat kelulusan tertinggi Magna Cum Laude
dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.98, tertinggi di antara seluruh lulusan program
Magister Hukum. Prestasi ini berpotensi menembus rekor sebagai lulusan S2 tertua
dengan magna cum laude di Indonesia.
Ketekunan dan semangat belajar memang telah mengakar kuat dalam diri Prof. Anastasia
sejak kecil. Bagi beliau, pendidikan adalah napas kehidupan yang terus dihirup hingga usia
senja. Karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial yang tinggi inilah yang membuatnya
enggan berpuas diri. Meski telah memimpin institusi dan membimbing banyak mahasiswa,
Prof. Anastasia justru merasa tertantang untuk kembali ke medan intelektual yang sama
dengan putranya. Sosoknya adalah bukti nyata bahwa dedikasi keluarga dan kehausan
akan ilmu adalah kombinasi sempurna untuk menciptakan legacy.
Belajar Bersama Anak, Seorang Ibu Mencontohkan Lifelong Learning
Mindset
Di balik deretan gelar akademik dan jabatan Prof. Anastasia, tersimpan semangat belajar
seorang ibu yang tak pernah padam, bahkan di umur yang sudah menyentuh 80 tahun.
Ketika ditanya mengapa ia kembali mengambil kuliah S2 di usia yang tak lagi muda dan di
tengah kesibukannya sebagai akademisi senior dan Direktur Politeknik Internasional Bali,
ia memberikan jawaban yang menyentuh.
“Keluarga kami menerapkan lifelong learning mindset,” ujar Prof. Anastasia sambil
tersenyum menatap putranya, Dr. Putu Agung. “Saya sudah biasa memberi kuliah dan
membimbing mahasiswa S3. Tapi ketika anak saya sendiri bilang mau kuliah S2 Hukum,
saya berpikir, ‘Masa ibu kalah?’. Saya harus mengerti, dan saya harus belajar lagi dari nol.
Ternyata, menjadi mahasiswa lagi di usia seperti ini membuat saya lebih memahami
perjuangan mahasiswa-mahasiswa saya.”
Prof. Anastasia mengaku bahwa duduk di kelas yang sama dengan putranya sendiri
menjadi pengalaman unik dan penuh dinamika. “Kami saling menyemangati layaknya
teman kuliah. Kami saling mengoreksi catatan dan berdiskusi. Tidak ada rasa sungkan,
yang ada adalah rasa saling mendukung,” tambahnya.
Dukungan Putra dan Perjalanan yang Tak Muda
Sementara itu, Dr. Putu Agung Prianta mengaku sangat bangga dan terharu dengan
pencapaian sang ibu. Menurutnya, menyaksikan sang ibu mendiskusikan tugas di selasela padatnya jadwal mengajar dan meneliti adalah pemandangan yang luar biasa
memotivasi.
“Beliau itu ‘power bank’ saya. Melihat Mama dengan segala gelarnya masih mau duduk
diam membaca buku tebal dan menulis tesis dengan teliti, saya jadi termotivasi. Apalagi
lulus Magna Cum Laude dengan IPK nyaris sempurna, 3.98,” ujar Dr. Putu Agung bangga.
“Ini bukti bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar, dan bahwa perempuan hebat bisa
menjalankan multi-peran dengan sempurna,” pungkas Dr. Agung.
Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra
Perbawa, S.H., M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas
kisah inspiratif ini. Pihak kampus menyebut bahwa momen wisuda kali ini di The Westin
Nusa Dua menjadi saksi bahwa pencarian ilmu adalah perjalanan seumur hidup (lifelong
education and learning).
“Dalam dua hari ini, kami mewisuda 1.436 lulusan dari berbagai program studi. Namun,
kisah Prof. Anastasia dan Dr. Putu Agung adalah cerminan nyata dari nilai-nilai keluarga
dan intelektualitas yang ingin kami tanamkan. Seorang Profesor yang kembali menjadi
mahasiswa bersama putranya dan meraih predikat tertinggi, adalah teladan kerendahan
hati dan kehausan akan ilmu yang patut dicontoh oleh generasi muda,” ujar Rektor.
Acara wisuda yang digelar khidmat tersebut menandai lahirnya para Magister Hukum baru
yang siap mengabdi, termasuk sepasang ibu dan anak yang telah membuktikan bahwa
belajar adalah ikatan kasih yang tak lekang oleh waktu.
