Kodrat Bali Tetapkan Turah Joko Sebagai Ketua, Pengembangan Bakal Gunakan Gaya Baru, Ketua DPRD Jadi Penasehat
Kodrat Bali Tetapkan Turah Joko Sebagai Ketua, Pengembangan Bakal Gunakan Gaya Baru, Ketua DPRD Jadi Penasehat/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Sosok senior Tarung Derajat Bali, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko (63), kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi (Pengprov) Tarung Derajat Bali periode 2025–2029 melalui Musyawarah Provinsi Kodrat Bali, Kamis 27 Februari 2026 di Denpasar.
Dalam musyawarah itu juga dirumuskan arah pembinaan sekaligus memperkuat regenerasi atlet di Pulau Dewata.
Kembalinya tetua dari Puri Agung Jro Kuta, Denpasar itu menjabat ketua Kodrat Bali bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan peneguhan komitmen menjaga tradisi sekaligus memperluas pembinaan di kalangan anak muda.
“Tradisi harus bisa dipertahankan. Kita tidak boleh lepas dari akar, tetapi juga harus bergerak maju,” tegas Turah Joko di hadapan para guru sabuk hitam dan pengurus cabang se-Bali.
Ketua Dewan Alumni Tarung Derajat Bali dalam forum tersebut mengapresiasi perkembangan organisasi yang dinilai signifikan dalam satu dekade terakhir.
Jika pada masa awal pembinaan hanya terdapat dua hingga tiga satuan latihan (satlat), kini hampir seluruh kabupaten/kota di Bali memiliki kepengurusan aktif.
Prestasi Tarung Derajat Bali memang terbilang impresif. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional, kontingen Bali berhasil meraih empat medali emas.
Capaian itu berlanjut pada Pekan Olahraga Nasional dengan tambahan medali emas yang memperkuat posisi Bali sebagai salah satu kekuatan Tarung Derajat nasional.
Sebagai cabang olahraga bela diri asli Indonesia yang lahir dari gagasan Achmad Dradjat, Tarung Derajat memang menekankan kekuatan fisik, mental, dan karakter. Turah Joko menyebut filosofi inilah yang terus dipegang dalam pembinaan di Bali.
Dalam Musprov tersebut, struktur kepengurusan juga diperkuat. Agung Bagus Tri Candra Arka alias Gung Cok yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Bali didapuk sebagai sekretaris, sementara para Ketua Pengurus Cabang (PC) dari seluruh Bali, termasuk Klungkung dan Buleleng, menyatakan komitmen mendukung program pembinaan jangka panjang.
Secara organisatoris, Pengprov Tarung Derajat Bali juga akan bersurat ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Bali) untuk proses rekomendasi menjelang agenda Musprov yang dijadwalkan berlangsung Maret mendatang.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesinambungan administrasi dan legitimasi organisasi, sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi agenda kompetisi nasional ke depan.
Turah Joko menegaskan, periode kepengurusan kali ini akan menggunakan pola pengembangan yang baru. Yakni lebih menitikberatkan pada pengembangan di kalangan generasi muda. Alumni didorong untuk kembali aktif, tidak hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai mentor karakter bagi atlet baru.
“Alumni harus ikut mengajak dan membina. Kita kuat karena kebersamaan,” ujarnya.
Di tengah dinamika olahraga prestasi yang semakin kompetitif, Tarung Derajat Bali berupaya menjaga keseimbangan antara tradisi, disiplin, dan inovasi pembinaan. Bagi Turah Joko, prestasi bukan sekadar medali, tetapi juga pembentukan mental baja yang menjadi ciri khas bela diri ini.
Dengan fondasi organisasi yang semakin solid dan dukungan para guru sabuk hitam, Tarung Derajat Bali optimistis melanjutkan tren prestasi sekaligus menanamkan nilai sportivitas dan karakter kuat di kalangan generasi muda Bali.
Sementara Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack didapuk sebagai Penasehat Kodrat Bali. Ketua DPRD Bali ini sebelumnya sempat menjadi Ketua Pengurus Cabang Kabupaten Buleleng.
Ia sepakat bahwa dengan gaya gotong royong bersama lintas generasi, pengembangan Kodrat Bali akan semakin masif. Hal ini menjadi positif bagi generasi muda Bali, dalam menyalurkan hobi menjadi prestasi.
”Saya sepakat bahwa saat ini Kodrat di Bali makin berkembang. Saya ikut bangga melihat Bali memiliki atlet-atlet berkualitas,” ungkapnya.
