09/09/2026

Melesat dari Taman Kota Singaraja, Desak Rita Kini Bertengger di Puncak Dunia

Melesat dari Taman Kota Singaraja, Desak Rita Kini Bertengger di Puncak Dunia

Desak Rita/ balikonten

BULELENG, BALIKONTEN.COM – Papan peringkat dunia disiplin Speed Putri Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) resmi mencatatkan nama baru di posisi puncak. Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet panjat tebing berbakat asal Buleleng, Bali, sukses mengukuhkan dirinya sebagai pemanjat putri nomor satu dunia.

Pencapaian luar biasa ini diraih setelah ia tampil memukau pada ajang World Climbing Series di Krakow, Polandia, yang berlangsung 3–5 Juli 2026. Dalam kompetisi tersebut, Desak Rita memboyong medali emas di nomor Speed Putri sekaligus mengamankan medali perunggu pada nomor Speed Estafet Putri.

Keberhasilan di Polandia mendongkrak perolehan poin Desak Rita menjadi 3.670 poin. Angka ini membawanya unggul tipis atas rival terdekatnya, Aleksandra Miroslaw asal Polandia, yang mengantongi 3.610 poin. Posisi ketiga ditempati oleh Natalia Kalucka dengan koleksi 3.495 poin. Catatan ini sekaligus menjadikan Desak Rita sebagai satu-satunya atlet dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil menembus jajaran sepuluh besar dunia.

Berikut adalah daftar lengkap peringkat sepuluh besar dunia Speed Putri terkini:

  • Desak Made Rita Kusuma Dewi (Indonesia) – 3.670 poin
  • Aleksandra Miroslaw (Polandia) – 3.610 poin
  • Natalia Kalucka (Polandia) – 3.495 poin
  • Yafei Zhou (Tiongkok) – 3.422 poin
  • Jimin Jeong (Korea Selatan) – 3.286 poin
  • Emma Hunt (Amerika Serikat) – 3.203 poin
  • Shaoqin Zhang (Tiongkok) – 2.925 poin
  • Yumie Qin (Tiongkok) – 2.502 poin
  • Mengli Zhang (Tiongkok) – 2.445 poin
  • Leslie Adriana Romero Perez (Spanyol) – 2.198 poin
  • World Climbing Series (Polandia) – 3.670 poin

Berawal dari Ajakan Bibi di Taman Kota

Darah atlet dan kecintaan Desak Rita pada dunia panjat tebing tumbuh sejak dini. Lahir pada 24 Januari 2001, perempuan yang kini tercatat sebagai mahasiswa aktif di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja ini mengenal olahraga panjat tebing saat masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar.

Langkah awalnya di dunia pemanjatan bermula dari peran sang bibi yang juga seorang atlet. Desak Rita kecil sering diajak bermain dan berlatih di fasilitas panjat tebing Taman Kota Singaraja. Dari sekadar mencoba, rasa cinta terhadap olahraga ekstrem ini langsung tumbuh di hatinya.

Sejak momen perkenalan tersebut, ia fokus sepenuhnya pada olahraga yang sangat mengandalkan kekuatan otot tubuh bagian atas ini. Tantangan memacu adrenalin dan tuntutan untuk terus memperkecil catatan waktu pemanjatan menjadi motivasi utama yang membuatnya betah menekuni disiplin speed.

Perjalanan Karier dan Dominasi di Panggung Internasional

Bakat besar Desak Rita mulai terlihat jelas saat ia menembus panggung nasional dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur 2018 di Riau. Tampil memukau, ia langsung memborong dua medali emas pada nomor Speed World Record Youth A Putri dan Boulder Youth A Putri.

Tiga tahun berselang, Desak Rita memperkuat kontingen Bali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dan sukses membawa pulang medali emas. Performa gemilang ini memikat Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) untuk memanggilnya masuk ke dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Kariernya di level internasional melesat cepat. Setelah menempati peringkat keempat dunia pada IFSC World Cup 2021, ia meraih medali perak pertamanya di tingkat Asia pada ajang IFSC Climbing Asian 2022 di Korea Selatan.

Puncak pembuktian kemampuannya di Asia terjadi saat Asian Games 2023 di Hangzhou, Tiongkok. Desak Rita meraih medali emas setelah menundukkan atlet tuan rumah, Lijuan Deng, dengan catatan waktu fantastis 6,364 detik.

Kehebatannya terus berlanjut hingga tahun 2026. Desak Rita sukses memecahkan dua rekor Asia sekaligus. Pada Kejuaraan Asia 2026, ia membukukan waktu 6,07 detik. Sementara pada babak semifinal Asian Beach Games 2026, ia mencetak rekor Asia baru dengan waktu 13,174 detik di nomor Speed Relay Putri bersama rekan sedaerahnya, Kadek Adi Asih, sebelum akhirnya rekor tersebut diperbarui oleh tim Tiongkok.

Rangkuman Prestasi Desak Rita

Berikut adalah deretan prestasi yang berhasil dikumpulkan oleh Desak Rita sepanjang kariernya di dunia panjat tebing:

  • Pemegang Rekor Asia 2026: Catatan waktu 6,07 detik pada Kejuaraan Asia 2026.
  • Medali Emas: Asian Games 2023 (Tiongkok)
  • Medali Emas: IFSC World Cup 2023 (Swiss)
  • Medali Emas: PON XX Papua 2021
  • Dua Medali Emas: Kejurnas Kelompok Umur 2018 di Riau (Speed World Record Youth A Putri & Boulder Youth A Putri)
  • Medali Emas: World Climbing Series 2026 di Krakow, Polandia (Speed Putri)
  • Medali Perak: IFSC World Cup 2023 (Jakarta)
  • Medali Perak: IFSC World Cup 2023 (Amerika Serikat)
  • Medali Perak: IFSC Climbing Asian 2022 (Korea Selatan)
  • Medali Perunggu: IFSC World Cup 2023 (Korea Selatan)
  • Medali Perunggu: IFSC World Cup 2022 (Swiss)
  • Medali Perunggu: IFSC World Cup 2022 (Prancis)
  • Medali Perunggu: World Climbing Series 2026 di Krakow, Polandia (Speed Estafet Putri)
  • Peringkat 4 Dunia: IFSC World Cup 2021
  • Peringkat 1 Dunia: World Climbing Series Krakow, Polandi 2026

Demikian informasi terbaru tentang profil Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet panjat tebing berbakat asal Buleleng, Bali, sukses mengukuhkan dirinya sebagai pemanjat putri nomor satu dunia.

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE