Menelusuri Jejak Sejarah Gateball di Bali: Dari Olahraga Asing Hingga Ajang Inklusif Lintas Generasi
Menelusuri Jejak Sejarah Gateball di Bali Dari Olahraga Asing Hingga Ajang Inklusif Lintas Generasi/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bali kembali menegaskan posisinya sebagai kiblat lahir dan berkembangnya olahraga gateball di Tanah Air melalui gelaran Turnamen Gateball Terbuka Piala Gubernur Bali 2026 yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Denpasar, pada 6–8 Agustus 2026. Meski belum sepopuler sepak bola atau bulu tangkis, gateball terbukti berkembang pesat dari olahraga rekreasi komunitas menjadi cabang olahraga prestasi yang inklusif bagi seluruh lapisan umur.
Dalam pembukaan Turnamen Gateball Terbuka Piala Gubernur Bali 2026, pada Kamis (6/8/2026), Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan jejak histori panjang keberadaan gateball di Indonesia yang bermula dari Pulau Dewata puluhan tahun silam.
“Olahraga gateball memang terasa asing bagi masyarakat jika dibandingkan dengan cabang olahraga lain seperti sepak bola, bulu tangkis, basket, maupun atletik. Namun kenyataannya, Bali adalah awal berkembangnya olahraga gateball di Indonesia, yaitu sejak tahun 1994 saat pertama kali diperkenalkan oleh wisatawan asal Jepang,” ungkap Gubernur Koster.
Lebih lanjut Koster menyampaikan, olahraga yang dahulu didominasi kaum lansia ini kini telah meluas ke berbagai kelompok usia dan masuk ke dalam agenda resmi olahraga daerah hingga nasional.
“Gateball yang awalnya mayoritas dimainkan oleh komunitas lansia, saat ini sudah berkembang ke segala kalangan dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Di tingkat daerah sudah dipertandingkan pada Porjar, Porprov, hingga POM, sementara di tingkat nasional sudah masuk di ajang PON maupun Kejuaraan Nasional lainnya,” terangnya.
Inklusivitas kejuaraan ini turut diakui oleh Ketua Panitia Turnamen, I Ketut Ariantana. Menurutnya, karakteristik permainan gateball yang tidak mengandalkan benturan fisik memungkinkan semua kelompok usia bertanding dalam satu tim yang sama.
“Sebenarnya ini sudah berkembang banyak di masyarakat. Dari kalangan muda seperti lagu Mars tadi—laki-laki, perempuan, anak muda, sampai usia lanjut—bisa mengikuti. Bahkan nanti ada tim beregu yang anggotanya gabungan dari anak SD sampai dewasa dalam satu tim karena olahraga ini tidak beradu tenaga,” ujar Ariantana.
Pada Turnamen Piala Gubernur Bali 2026 ini, panitia mempertandingkan tiga kategori utama, yaitu nomor Ganda yang diikuti 17 tim, Triple sebanyak 27 tim, dan Beregu yang memobilisasi 26 tim. Hari pertama kompetisi difokuskan penuh pada penyisihan kategori beregu.
Kejuaraan nasional ini diikuti oleh para atlet dari tujuh provinsi, antara lain Bali selaku tuan rumah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, serta beberapa daerah lainnya. Salah satu kontestan unggulan yang berlaga adalah tim juara umum Piala Menteri Pekerjaan Umum tahun sebelumnya asal Sulawesi Tengah.
Penyelenggaraan turnamen ini dimanfaatkan maksimal oleh Bali untuk memberi panggung bagi atlet-atlet lokal binaan Pengprov/Pengkab/Pengkot Pergatsi serta klub-klub lokal guna menjajal kemampuan menghadapi atlet papan atas nasional.
***

