Menilik Dewasa Ayu Manusa Yadnya pada Februari 2026: Tiga Hari Baik untuk Memulai Babak Baru
ilustrasi gambar kalender Bali 2024/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bagi masyarakat Hindu di Bali, menentukan hari baik atau dewasa ayu adalah langkah krusial sebelum melaksanakan upacara siklus hidup. Berdasarkan referensi Wariga Dewasa yang dihimpun oleh Manggala Dharma Ghosana, Pedanda Siwa-Budha Kabupaten Klungkung, bulan Februari 2026 menawarkan tiga momentum penting bagi keluarga yang hendak menyelenggarakan upacara Manusa Yadnya.
Upacara Manusa Yadnya—yang mencakup ritual mulai dari bayi dalam kandungan, potong gigi (mepandes), hingga pernikahan—membutuhkan ketepatan waktu agar vibrasi spiritual yang dihasilkan selaras dengan alam semesta.
Jadwal Hari Baik Terpilih
Berdasarkan perhitungan kalender tradisional, berikut adalah rincian waktu yang disarankan pada awal Februari:
- Minggu, 1 Februari 2026 (Redite Uye): Awal bulan dibuka dengan hari Redite pada wuku Uye. Hari ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai rangkaian upacara suci yang berfokus pada pembersihan diri dan penyucian jiwa manusia.
- Kamis, 5 Februari 2026 (Wraspati Uye): Hanya berselang beberapa hari, hari Wraspati memberikan ruang bagi keluarga untuk melaksanakan ritual. Hari ini dipercaya membawa energi kebijaksanaan bagi mereka yang melaksanakan prosesi Manusa Yadnya.
- Jumat, 6 Februari 2026 (Sukra Uye): Menutup rangkaian hari baik di awal bulan, Sukra Uye menjadi pilihan terakhir di pekan pertama Februari bagi umat yang ingin mengejar momentum keharmonisan sebelum pergantian wuku.
Pentingnya Pedoman Wariga
Pemilihan hari-hari ini bukan tanpa alasan. Sumber data yang digunakan merujuk pada ketetapan para sulinggih di Kabupaten Klungkung tahun 2003, yang hingga kini menjadi acuan dalam menjaga tradisi dresta. Penggunaan dewasa ayu bertujuan untuk memohon restu dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar upacara berjalan tanpa hambatan dan memberikan manfaat spiritual bagi subjek yang diupacarakan.
Bagi masyarakat yang sedang merencanakan momen sakral keluarga, ketiga tanggal di atas dapat menjadi bahan pertimbangan utama dalam berdiskusi dengan sang sangging atau pemuka agama setempat.
***
