Nostalgia Musik Bali: Mengulas Balik Fenomena “Bulan ke Badung” dari D’Bungsil Band
ilustrasi seorang musisi yang tengah memainkan terompet/ GN-EH_666/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Gelombang nostalgia kini tengah melanda pengguna media sosial, khususnya platform TikTok. Salah satu pemicu utamanya adalah lagu berbahasa Bali bertajuk “Bulan ke Badung”.
Tembang yang dibawakan oleh D’Bungsil Band ini mendadak kembali viral dan menjadi latar suara favorit bagi banyak kreator konten yang merindukan nuansa musik Bali era 2000-an.
Jejak Rekam dalam Industri Musik Bali
“Bulan ke Badung” merupakan bagian dari daftar lagu dalam album bertajuk Ke Badung 2. Karya ini resmi dilepas ke pasaran pada tahun 2010 di bawah bendera produksi Jaya Giri Pro. Namun, identitas musikal D’Bungsil sejatinya sudah terbentuk sejak kehadiran album perdana mereka, Paling Mangkana, yang rilis pada tahun 2007 melalui naungan Nada Gita Pro.
Grup musik ini diperkuat oleh formasi solid yang terdiri dari:
- Sobag pada posisi vokal
- Dwija sebagai pembetot dawai gitar
- Lionk pada instrumen bas
- Dedi yang mengawal tempo pada drum
Bungsil ft Gubag Sudariana – Bulan ke Badung
Jegeg sekadi bulan
Mekenyeman manis sekadi widiadadari
Turun saking kayangan
Paras ayu mengayudin
Serasi tynk di awang-awang
Bulan jegeg sekadi bulan
Bungut lantang caro be pindang
Gigi ebek misi kang
Kaaang kaaaang
Caro dongkang
Dongkang dongkang caro dongkang
Oh oh oh oh syala la la
Oh oh oh oh syala la la
Bulan bungut lantang tunangan i wawan
Panak pan kompyank
Cucun jin kura2
Kura kura ninja
Ninja ninja ninja hatori
Hatori pemain basket
Ngerangkep tukang ledeng
Tukang listrik
Tukang sepit bungut ne iwulan
Besik ne dadi dua
Dua ne dadi telu
Alih di ketket telah di dansah
Tulang di banting banting di tulang
Pat ne dadi lima
Lima ne dadi nenem
Kenjel ja maitung itungan
Gali lubang tutup lubang
Puret ja jamin puret ja jamin
Puret ja jamin puret ja jamin
Pak made men putu jamin kal ke badung ke badung
Ke Badung ke Badung ke Badung
Kangin lakun kangin lakun neked di Ubung
Sebilang wai ngelanting di bis
Ngalih pipis aketeng
Dadue telah amah lue
Puret ja jamin puret ja jamin
Puret ja jamin puret ja jamin
kija ngah
Ke Badung ke Badung ke Badung
Kangin lakun kangin lakun neked di Ubung
Sebilang wai ngelanting di bis
Ngalih pipis aketeng
Dadue telah amah lue
Daya Tarik Lirik yang Unik dan Ekspresif
Keberhasilan lagu ini memikat telinga pendengar lintas generasi terletak pada tangan dingin Sobag, sang vokalis sekaligus pencipta lagu. Ia meramu lirik yang terdengar jenaka, bahkan bagi sebagian orang terasa absurd.
Ketika narasi unik tersebut berpadu dengan aransemen musik yang ringan dan sederhana, hasilnya adalah sebuah karya yang mampu memancing senyum siapa pun yang menyimaknya. Kolaborasi dalam lagu ini juga melibatkan Gubag Sudariana, yang menambah dimensi warna pada vokal.
Status Terkini D’Bungsil Band
Meski karya-karya mereka kembali naik daun, D’Bungsil saat ini tengah menjalani masa hibernasi atau hiatus dari panggung musik aktif. Momentum terakhir mereka tercatat pada tahun 2016, saat grup ini merilis album kompilasi karya terbaik. Dalam album tersebut, mereka menyertakan single hit berjudul “Sopir Leneng” sebagai persembahan bagi para penggemar setia.
Kebangkitan lagu “Bulan ke Badung” di jagat digital membuktikan bahwa karya musik yang jujur dan ekspresif memiliki umur yang panjang, melampaui tren sesaat di industri hiburan.
***
