Padukan Musik Bali dan Pop Culture Jepang, Tur Nanoe Biroe Usung Semangat Nasionalisme di HUT RI ke-81

Padukan Musik Bali dan Pop Culture Jepang, Tur Nanoe Biroe Usung Semangat Nasionalisme di HUT RI ke-81/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Tur konser “Baduda Ngurek Japan 2026” yang digagas Made Mudirta atau yang dikenal dengan nama Panggung Nanoe Biroe dipastikan akan menyuguhkan hiburan yang unik.
Tidak hanya membawakan deretan lagu miliknya, Japan Tour 2026 yang berlangsung dari 10 hingga 19 Agustus ini turut memadukan unsur kebudayaan lokal Bali, semangat nasionalisme Indonesia, hingga sentuhan pop culture khas Jepang.
Konser ini dijadwalkan bergulir di lima kota besar mulai dari Hiroshima (13/8), Osaka (14/8), Nagoya (15/8), Shibuya (16/8), hingga puncaknya di Ibaraki (17/8). Penyelenggaraan konser pamungkas yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dimanfaatkan oleh Nanoe Biroe untuk membakar semangat para Nyama Bali maupun warga Indonesia yang berada danbekerja di Negeri Sakura.
Nanoe Biroe membeberkan bahwa Tour Japan 2026 ini kaya akan penampilan yang menyuguhkan karya lintas budaya dan pesan moral mendalam. “Selain membawakan lagu-lagu hits lawas dan karya baru, kami juga menyiapkan medley lagu-lagu nasional untuk memperingati HUT RI ke-81.Kami juga menyiapkan cover lagu Jepang.
Mudah-mudahan merasa diapresiasi termasuk lagu-lagu masa kecil, seperti soundtrack kartun legendaris Doraemon, Baling-Baling Bambu, dan Crayon Shin-chan agar pertunjukan terasa makin dekat dan hangat,” paparnya.
Salah satu hal yang sangat dinantikan dalam tur ini adalah rencana penggarapan klip video untuk lagu bertajuk “Mishuna”. Lagu yang ditulis Nanoe bersama istrinya saat bertandang ke Jepang 15 tahun lalu tersebut terinspirasi dari nama sayuran yang kerap ditanam oleh para pekerja asal Bali di Jepang, yang disimbolkan sebagai bentuk kecintaan dan perjuangan dalam bekerja.
Selain itu, pertunjukan ini diwarnai oleh semangat pantang menyerah yang diserap dari falsafah hidup masyarakat Jepang. Nanoe berharap spirit tersebut dapat menular kepada seluruh personil serta penonton yang hadir dalam rangkaian tour tersebut.
“Kami menyerap banyak filosofi bangkit dari Jepang, seperti “Kondo wa kondo, ima wa ima” (nanti ya nanti, sekarang ya sekarang), serta spirit Nanakorobi yaoki, jatuh tujuh kali bangkit delapan kali. Filosofi tulang punggung inilah yang kami bawa untuk menguatkan mental sesama nyama Bali di sana, sekaligus membawa misi memperkenalkan seni budaya Bali secara bermartabat di panggung internasional,” pungkasnya.
***


