10/09/2026

Bali Dikepung Cuaca Ekstrem: Denpasar Terjang Banjir di 33 Titik, Gianyar Dilanda Rentetan Pohon Tumbang

Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Langsung Banjir di Jalan Dewi Sri, Kuta

Wabup Bagus Alit Sucipta saat meninjau banjir di Jalan Dewi Sri, Kecamatan Kuta, Selasa (24/2)/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Wilayah Provinsi Bali menghadapi situasi darurat akibat hantaman cuaca ekstrem dalam dua hari terakhir. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang serta kilat atau petir mengguyur merata di hampir seluruh pulau sejak Minggu (22/2/2026) hingga hari ini, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, cuaca buruk ini melanda Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, Badung, Tabanan, hingga Jembrana. Sementara itu, wilayah Kabupaten Buleleng terpantau berawan.

Penyebab Puncak Musim Hujan di Bali

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menyatakan bahwa bulan Februari merupakan periode puncak musim hujan. Kondisi atmosfer saat ini menunjukkan massa udara yang cukup basah hingga lapisan atas.

Selain itu, terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Bali menyebabkan perlambatan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif. Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, memperingatkan bahwa potensi hujan masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan.

“Berdasarkan data model, masih ada potensi hujan beberapa hari ke depan. Kami imbau masyarakat selalu memperbarui informasi resmi yang dirilis oleh BMKG,” tegas Luh Eka pada Senin (23/2/2026).

Denpasar Terendam: Sanur Menjadi Titik Terparah

Hujan lebat yang mengguyur sejak Senin malam pukul 00.30 WITA hingga Selasa dini hari mengakibatkan banjir besar yang merendam 33 titik di Kota Denpasar. Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana, mengungkapkan bahwa kawasan Sanur menjadi wilayah yang paling banyak terendam air.

Kondisi terparah terpantau di Jalan Griya Anyar arah simpang Dewa Ruci dengan ketinggian air mencapai 80 cm. Di wilayah Sanur, genangan air setinggi lutut orang dewasa merendam area By Pass Ngurah Rai No. 259, Jalan Sekuta, Jalan Pungutan, Jalan Pengiasan, Jalan Bumi Ayu, dan Jalan Muktisari.

Banjir juga masuk ke rumah-rumah warga di sepanjang aliran Tukad Balian, Tukad Nyali, Tukad Pancoran, Tukad Bilok, dan Tukad Petanu. Kawasan Sidakarya dan Sesetan turut terdampak, termasuk di Jalan Kerta Dalem Sari dan Jalan Raya Sesetan.

Di Denpasar Barat, genangan meluas ke Jalan Pulau Ayu Selatan, Jalan Pulau Saelus II, hingga Jalan Pulau Demak. Kawasan Pemogan juga tak luput dari luapan air, meliputi Jalan Taman Pancing Timur, Jalan Mekar 2, dan Jalan Kepaon Indah, hingga merendam Perumahan Padmayana di Jalan Imam Boljol.

Sementara di Denpasar Utara dan Timur, genangan muncul di Jalan Tegal Wangi, Jalan Antasura, Jalan Akasia 16, dan Jalan Gunung Sampang. Kerusakan infrastruktur berupa tanggul sungai yang jebol di Jalan Siulan, Gang Lely No. 88, dilaporkan memperparah aliran air ke pemukiman warga. Meski dampak material cukup luas, BPBD memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam rentetan banjir ini.

Gianyar Terancam Pohon Tumbang

Cuaca ekstrem juga memicu serangkaian insiden pohon tumbang di Kabupaten Gianyar. Di Banjar Mulung, Desa Sumita, sebuah pohon kelapa tumbang menimpa tiang listrik saat hujan deras. Insiden berlanjut ketika pohon lain roboh dan menghantam rumah seorang warga yang sedang sakit. Beruntung, pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri tepat waktu.

Tim Reaksi Cepat BPBD Gianyar bersama TNI dan Polri bergerak cepat menangani laporan yang terus berdatangan. Di Desa Tulikup, akses jalan di kawasan Siyut tertutup total oleh pohon yang tumbang. Laporan serupa juga datang dari kawasan Ubud, tepatnya di barat Jembatan Payogan menuju Desa Keliki, serta di Tampaksiring di mana sebuah penjor besar roboh dan menimpa kabel listrik.

Di Desa Ketewel, Sukawati, insiden pohon tumbang sempat memicu kepanikan warga karena menimbulkan kilatan api saat menyentuh jaringan listrik PLN.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menyatakan pihaknya memprioritaskan penanganan pada lokasi-lokasi yang mengganggu akses publik. “Astungkara tidak terdapat korban jiwa, saat ini tim kami bersama personel kepolisian dan TNI tengah bekerja di lapangan melakukan proses evakuasi,” ujar Dibya.

Rekapitulasi Data Bencana Bali

Hingga Selasa (24/2/2026) pukul 12.00 WITA, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, merilis data sebaran bencana di 76 titik yang meliputi banjir di 42 titik, tanah longsor di 5 titik, serta kerusakan infrastruktur lainnya.

Berikut adalah rincian sebaran titik bencana di Bali:

  • Denpasar: 36 titik (Dominasi banjir 30 titik, pohon tumbang, tanggul jebol, puting beliung, dan longsor).
  • Badung: 12 titik (10 titik banjir dan 2 pohon tumbang).
  • Karangasem: 12 titik (9 pohon tumbang dan 3 senderan jebol).
  • Gianyar: 5 titik (4 pohon tumbang dan 1 tanah longsor).
  • Tabanan: 5 titik (Pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor).
  • Buleleng: 4 titik (Pohon tumbang dan tanah longsor).
  • Klungkung & Jembrana: Masing-masing 1 titik pohon tumbang.

BPBD Provinsi Bali terus bersiaga penuh mengingat intensitas hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE