10/09/2026

Dampak Massa Udara Australia: Mengapa Suhu di Bali Terasa Lebih Dingin?

cuaca bali hari ini sebagian besar dilanda hujan ringan

ilustrasi masyarakat tengah berjalan diterpa hujan/ hungvina1986/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Masyarakat di Bali belakangan ini merasakan suhu udara yang lebih dingin, terutama saat malam hingga pagi hari. Fenomena penurunan suhu ini ternyata berkaitan erat dengan kondisi cuaca di Australia yang sedang memasuki musim dingin.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan, massa udara dingin dari Australia bergerak menuju wilayah Indonesia, termasuk Bali. Fenomena ini dipicu oleh tekanan udara yang relatif tinggi di Benua Australia yang sedang mengalami musim dingin pada periode Juni hingga Agustus.

“Benua Australia saat ini berada dalam periode musim dingin dengan tekanan udara yang relatif tinggi. Hal ini memicu pergerakan massa udara yang bersifat dingin dari Australia menuju Indonesia dan melewati Bali,” ujar Prakirawan BBMKG Wilayah III, Wayan Gita Giriharta, di Denpasar, Sabtu (30/5/2026).

Lebih lanjut, Gita menjelaskan bahwa sensasi dingin pada malam hingga pagi hari merupakan karakteristik umum saat puncak musim kemarau di Bali, yang biasanya berlangsung selama Juni, Juli, dan Agustus. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika gerak semu tahunan matahari serta aktifnya monsun Australia.

Menurut Gita, posisi matahari yang berada di Belahan Bumi Utara (BBU) menyebabkan wilayah Indonesia di selatan khatulistiwa, termasuk Bali, mengalami defisit penyinaran matahari.

Selain pengaruh dari monsun Australia, kondisi cuaca di Bali yang cenderung cerah dengan tutupan awan minim turut berperan dalam penurunan suhu. Minimnya tutupan awan menyebabkan panas radiasi matahari yang tersimpan di permukaan bumi langsung dilepaskan ke atmosfer. Akibatnya, suhu udara di dekat permukaan terasa lebih menggigit pada malam hari hingga pagi hari.

Berdasarkan data pantauan BBMKG Denpasar, suhu udara minimum di Bali pada periode 30-31 Mei tercatat berkisar antara 20 derajat Celcius. Sementara suhu maksimum mencapai 32 derajat Celcius.

Jika dibandingkan dengan data sepekan sebelumnya, yakni pada 23-24 Mei, suhu saat ini cenderung lebih rendah. Sebelumnya, suhu minimum di Bali tercatat berada di angka 21 derajat Celcius, dengan suhu maksimum mencapai 32 hingga 34 derajat Celcius. Penurunan suhu ini diprediksi masih akan berlanjut seiring dengan puncak musim kemarau yang sedang terjadi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE