09/09/2026

Perumda Bhukti Sewakadarma Minta Masyarakat Tak Perlu Bayar Parkir Jika Pelayanan Jukir Buruk

Perumda Bhukti Sewakadarma Minta Masyarakat Tak Perlu Bayar Parkir Jika Pelayanan Jukir Buruk

Dirut Perumda Praja Bhukti Sewakadarma Kota Denpasar saat menerima kedatangan salah satu jukir Kota Denpasar belum lama ini./ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Direktur Utama Perumda Praja Bhukti Sewakadarma Kota Denpasar, I Nyoman Putrawan, menegaskan bahwa masyarakat berhak untuk tidak membayar retribusi parkir apabila juru parkir (jukir) di lapangan memberikan pelayanan yang tidak baik.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di kantor Perumda Praja Bhukti Sewakadarma, Denpasar, Kamis (3/9/2026).

“Masyarakat jangan bayar parkir kalau pelayanan petugas kami tidak baik,” tegas Putrawan.

Ia menjelaskan, kebijakan ini juga berlaku bagi masyarakat yang berbelanja dalam nominal kecil di pelaku UMKM. Jika masyarakat berbelanja Rp10.000 hingga Rp15.000 atau kurang dari itu dan keberatan membayar parkir, pihak Perumda sudah mengimbau para petugas dan UMKM agar tidak memungut retribusi tersebut.

“Kalau memang tidak mau bayar parkir, kami sudah informasikan kepada UMKM dan petugas kita untuk tidak memungut. Bahkan kalau masyarakat menyampaikan dengan baik-baik, misalnya ‘Pak, saya belum ada uang’, petugas kami bisa melewatinya dan menerima dengan baik,” jelasnya.

Minta Maaf dan Jadikan Evaluasi

Menanggapi sejumlah keluhan serta kasus perparkiran di Kota Denpasar yang belakangan sempat viral di media sosial, Putrawan menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Pihaknya menjadikan kritik dan sorotan media sosial sebagai bahan evaluasi serta pembenahan internal Perumda.

“Kami mohon maaf sekali lagi atas sering viralnya masalah perparkiran di Kota Denpasar. Tentu ini pertama sebagai pembenahan kepada kami, dan kedua, masukkan serta kritik saran dari masyarakat sangat penting bagi kami,” ujarnya.

Minta Masyarakat Adil Melihat Pengorbanan Jukir

Di sisi lain, Putrawan mengimbau agar masyarakat dan media sosial bisa bersikap seimbang dan bijak. Menurutnya, tidak sedikit juru parkir di lapangan yang sudah bekerja keras, jujur, dan melayani masyarakat dengan baik demi mengais rezeki sebagai tulang punggung keluarga.

Ia menyayangkan adanya opini publik atau unggahan media sosial yang terkadang menyudutkan sosok jukir secara berlebihan hingga berdampak psikologis pada keluarga mereka.

“Banyak petugas kami yang melayani dengan baik tapi ikut menjadi korban opini negatif. Bahkan saya mendengar ada petugas yang wajahnya dimunculkan di media sampai anaknya menangis karena tidak menganggap ayahnya melakukan hal baik. Padahal mereka bekerja sebagai tulang punggung keluarga,” ungkap Putrawan.

Ia berharap ke depan ada keseimbangan antara hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik dan kewajiban membayar jasa parkir, serta apresiasi terhadap petugas jukir yang telah menjalankan tugasnya secara profesional.

***

Pewarta: Wira Natagumi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE