09/09/2026

Denpasar Semarak, Festival Rakyat dan Nobar Piala Dunia 2026 Hidupkan Lapangan Puputan Badung

Denpasar Semarak, Festival Rakyat dan Nobar Piala Dunia 2026 Hidupkan Lapangan Puputan Badung

Spanyol vs Argentina berlaga pada Final FIFA World Cup /balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Kemeriahan pesta sepak bola terakbar jagat raya merambah hingga ke jantung Kota Denpasar. Mulai 15 hingga 19 Juli 2026, Lapangan Puputan Badung bertransformasi menjadi pusat konsentrasi massa lewat gelaran bertajuk “Festival Rakyat 2026: Bazaar UMKM, Hiburan Rakyat dan Nonton Bareng”. Acara yang dimulai pukul 16.00 WITA hingga dini hari ini mengawinkan antusiasme olahraga dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Langkah ini lahir dari kolaborasi strategis antara Kodam IX Udayana, Kadin Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar. Sinergi lintas sektor tersebut sengaja dirancang untuk menyuguhkan hiburan segar sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif di Ibu Kota Provinsi Bali.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menyambut positif inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, agenda tersebut sejalan dengan semangat Vasudhaiva Kutumbhakam atau menyama braya yang selama ini dipegang teguh.

“Kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ini adalah wujud sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pihak swasta. Kami ingin menyajikan hiburan yang tidak hanya segar, tetapi juga mampu menggerakkan pelaku ekonomi kreatif serta pelaku usaha mikro,” ujar Jaya Negara dalam keterangan resminya, Selasa (14/7/2026). Ia juga menambahkan bahwa ruang kebersamaan seperti ini efektif untuk menumbuhkan semangat sportivitas warga.

Ketua Kadin Bali, I Made Ariandi, didampingi Ketua Panitia, Ketut Angpribawa, menjelaskan bahwa daya tarik festival ini terletak pada keberagaman agendanya. Menonton pertandingan sepak bola barulah satu bagian. Di luar itu, masyarakat disuguhi berbagai aktivitas interaktif.

“Kami menghadirkan bazaar yang diisi oleh puluhan pelaku usaha, pentas hiburan, tari modern, sesi yoga bersama, hingga kompetisi gim yang dikelola oleh ESI Denpasar,” kata Ariandi.

Festival lima hari ini juga menyentuh aspek sosial dan edukasi. Pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas cek kesehatan gratis, aksi donor darah, serta membawa anak-anak bermain di area rekreasi. Satu yang cukup menyedot perhatian adalah pojok foto dengan latar belakang Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) milik TNI.

Sebagai menu utama, penyelenggara menyiapkan layar lebar untuk menyiarkan pertandingan babak semifinal hingga final. Kelancaran siaran ini didukung penuh oleh TVRI Bali selaku pemegang hak siar resmi, serta pasokan daya dari PLN UID Bali.

Sektor ekonomi mikro mendapat panggung khusus di acara ini. Puluhan stan yang memadati lapangan merupakan para pelaku usaha binaan Bank Indonesia, Kadin Bali, Pemprov Bali, serta Pemkot Denpasar. Perum Bulog bahkan ikut ambil bagian dengan membuka pasar murah demi membantu memenuhi kebutuhan pokok warga dengan harga terjangkau.

Pemilihan Lapangan Puputan Badung dinilai sangat tepat mengingat lokasi ini sudah lama menjadi ruang publik favorit bagi warga kota untuk bersantai. Melalui konsep gotong royong, ruang terbuka hijau ini kini disulap menjadi pasar rakyat sekaligus panggung seni yang hidup.

Pihak panitia mengundang seluruh masyarakat Bali, khususnya warga yang berdomisili di Denpasar dan sekitarnya, untuk datang meramaikan festival tahunan ini. Seluruh rangkaian acara, mulai dari pementasan seni hingga nonton bersama, dapat dinikmati oleh publik secara gratis.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE