Dewasa Ayu Membuat Saluran Irigsai Selama Oktober 2025
ilustrasi Kaleder Bali/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bulan Oktober 2025, yang bertepatan dengan Sasih Kapat dalam penanggalan Bali, menjadi momen penting bagi masyarakat yang mengikuti tradisi untuk memilih hari baik dalam melaksanakan berbagai aktivitas.
Berdasarkan ala-ayuning dewasa, terdapat sejumlah hari yang dianggap tepat untuk membangun saluran irigasi, sebuah aktivitas krusial untuk mendukung pertanian dan pengelolaan air di Bali.
Berikut adalah panduan lengkap hari-hari yang direkomendasikan selama Sasih Kapat untuk kegiatan irigasi, lengkap dengan catatan hari yang perlu dihindari untuk aktivitas tertentu seperti pernikahan atau pembangunan rumah.
4 Oktober 2025: Lebur Awu
Pada tanggal ini, hari yang dikenal sebagai Lebur Awu menawarkan energi positif untuk membangun saluran irigasi. Masyarakat Bali yang berencana memperbaiki atau membuat sistem pengairan baru disarankan memanfaatkan hari ini. Namun, hari ini tidak cocok untuk menggelar upacara pernikahan, rapat atau pertemuan penting, membangun rumah, maupun memasang atap. Fokus pada pembangunan irigasi akan mendukung kelancaran aktivitas pertanian.
15 Oktober 2025: Kala Keciran
Hari ini, yang dikenal sebagai Kala Keciran, menjadi waktu yang ideal untuk kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan air dan alat-alat pertanian. Masyarakat dapat memulai pembuatan pisau penyadap (pengiris), memotong danggul nira, serta membuka atau memperbaiki saluran air. Hari ini mendukung aktivitas yang berhubungan dengan aliran air, menjadikannya waktu yang tepat untuk memastikan sistem irigasi berfungsi optimal.
17 Oktober 2025: Lebur Awu
Kembali pada Lebur Awu, tanggal ini juga mendukung pembangunan saluran irigasi. Seperti pada 4 Oktober, hari ini tidak dianjurkan untuk mengadakan upacara pernikahan, pertemuan, membangun rumah, atau mengatapi rumah. Prioritaskan kegiatan yang berhubungan dengan pengairan untuk hasil yang lebih baik sesuai dengan nilai-nilai ala-ayuning dewasa.
21 Oktober 2025: Lebur Awu
Hari ini menawarkan kesempatan serupa untuk membangun atau memperbaiki saluran irigasi. Dengan energi Lebur Awu yang mendominasi, fokus pada pengelolaan air akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pertanian. Seperti sebelumnya, hindari aktivitas seperti pernikahan, pertemuan, atau pembangunan rumah pada hari ini.
22 Oktober 2025: Lebur Awu
Tanggal ini juga merupakan hari Lebur Awu, yang mendukung pembangunan saluran irigasi. Petani dan masyarakat yang ingin memastikan aliran air yang lancar untuk sawah atau kebun dapat memanfaatkan hari ini. Seperti pada hari-hari Lebur Awu lainnya, upacara pernikahan, pertemuan, dan pembangunan rumah sebaiknya dihindari.
26 Oktober 2025: Lebur Awu
Menutup Sasih Kapat, tanggal ini kembali menandai Lebur Awu sebagai hari baik untuk membangun irigasi. Aktivitas ini akan mendukung keberlanjutan sistem pengairan, yang menjadi tulang punggung pertanian di Bali. Seperti hari-hari Lebur Awu sebelumnya, hindari kegiatan seperti pernikahan, rapat, atau pembangunan rumah.
Pentingnya Memilih Hari Baik
Dalam budaya Bali, memilih hari baik berdasarkan ala-ayuning dewasa adalah bagian dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Khususnya untuk kegiatan seperti pembangunan saluran irigasi, hari-hari yang tepat seperti Lebur Awu dan Kala Keciran diyakini membawa harmoni dan keberhasilan. Dengan memanfaatkan hari-hari ini, masyarakat dapat memastikan kelancaran aktivitas pertanian dan pengelolaan air, yang merupakan elemen vital dalam kehidupan agraris Bali.
Pastikan untuk merujuk pada penanggalan Bali dan berkonsultasi dengan tokoh adat setempat untuk memastikan kepatuhan terhadap tradisi. Dengan perencanaan yang tepat, Sasih Kapat 2025 dapat menjadi waktu yang produktif untuk memperkuat infrastruktur irigasi demi mendukung pertanian yang berkelanjutan.
***
