Dukung Penerapan 3T, Pemkot Siap Sinergi Bersama Tim Riset Ideathon Bali Kembali

 Dukung Penerapan 3T, Pemkot Siap Sinergi Bersama Tim Riset Ideathon Bali Kembali

Wawali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa (tengah) foto bersama para kadis dan tim riset ITB STIKOM Bali.

Denpasar, Balikonten.com – Tim Riset Ideathon Bali Kembali dari ITB Stikom Bali yang berkolaborasi dengan Bamboomedia bertemu Wakil Wali Kota (Wawali) Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, pada Selasa (6/10).

Pertemuan itu membahas program Ideathon Bali yang dibiayai Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi masalah sebaran Covid-19 di Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Ketua Tim Riset Dr. Evi Triandini menyebut, melalui program ini merupakan implementasi sistem tracing dan tracking mobilitas publik berbasis QRCode dan big data untuk mendukung pembukaan industri pariwisata di Bali, dengan melakukan studi kasus di Kota Denpasar.

Evi Triandini menyampaikan bawah Provinsi Bali pada tahun 2022 terpilih sebagai tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR).

Forum GPDRR yang diadakan oleh PBB ini akan dihadiri oleh delegasi dari 193 negara dengan melibatkan peserta sebanyak 5.000 – 7.000 orang. Untuk itu Bali harus steril dari Covid – 19.

“Itulah maka kami melakukan riset ini dengan anggaran BNPB. Harapannya, hasil riset ini bisa kami presentasikan dalam pertemuan forum dunia tersebut sehingga bisa mengangkat nama Denpasar ke kancah dunia internasional,” kata Evi.

Sejumlah progres kegiatan riset yang sudah dimulai pertengah bulan Agustus 2021 lalu. Di antaranya, pemasangan QRCode di sejumlah pintu masuk tempat-tempat umum, seperti balai banjar, kelurahan, desa, pasar tradisional, pasar modern, kampus, kantor pemerintahan, SMP, bank dan tempat umum lainnya.

“Saat ini, 146 lokasi sudah terpasang QRCode” kata Evi Triandini. Lokasi yang sudah terpasang QRCode akan memudahkan tim riset untuk menganalisis mobilitas penduduk Kota Denpasar.

Pada kesempatan Evi Triandini melaporkan sejumlah progres kegiatan riset yang sudah dimulai pertengah bulan Agustus 2021 lalu.

BACA JUGA:  BKGN Unud 2023 Gelar Pelayanan Gratis untuk Difabel

Mendapat penjelasan itu, Wawali Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan sangat mendukung riset tersebut karena sangat membatu memulihkan pariwisata Bali.

“Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung riset ini dan kami juga berharap supaya hasil riset ini dipresentasikan dalam forum dunia tersebut agar diketahui dunia dan tentunya akan membawa nama Kota Denpasar sebagai lokus riset ke dunia internasional,” kata Wawali.

Menurut Wawali Kadek Agus Arya Wibawa, Kota Denpasar sebagai pusat kegitan bisnis, pendidikan dan barometer pariwisata harus steril dari Covid -19 agar semua aktivitas bisa berjalan normal.

“Pariwisata bisa kembali pulih seperti sedia kala dan wisawatan bisa berdatangan lagi,” ujar Wawali. (Red)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE