Hadapi Musim Kemarau, Pemprov Bali Petakan Kawasan Rawan dan Salurkan Air Bersih
Hadapi Musim Kemarau, Pemprov Bali Petakan Kawasan Rawan dan Salurkan Air Bersih/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Provinsi Bali meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan krisis air bersih menyusul puncak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah pada Agustus hingga September 2026. BPBD Provinsi Bali bersama instansi terkait telah menggelar koordinasi lintas sektor guna memetakan wilayah rawan serta menyiagakan peralatan pendukung.
Ketersediaan air bersih bagi kebutuhan domestik maupun sektor pertanian menjadi fokus utama mitigasi. Langkah penanganan mulai direalisasikan di titik-titik rawan kekeringan, seperti di wilayah Kabupaten Buleleng dan Karangasem.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (17/8/2026).
Ia menegaskan Pemprov Bali terus memantau dinamika lapangan dan mengerahkan seluruh sumber daya daerah untuk membantu warga terdampak.
“BPBD bersinergi dengan Dinas PU, Dinas Sosial, dan PDAM untuk mendistribusikan bantuan air minum secara berkala kepada masyarakat yang mulai mengalami keterbatasan sumber air,” kata Sekda Dewa Made Indra.
Selain penyaluran air bersih mitigasi sektor pertanian dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Kementerian Pertanian. Langkah ini mencakup inventarisasi serta optimalisasi pemanfaatan sumur bor di kawasan lahan pertanian.
“Dinas Pertanian sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memetakan titik sumur bor mana yang bisa diaktifkan kembali maupun dibangun baru. Kita berharap dampak kemarau panjang ini tidak berlangsung lama dan persediaan air tetap terjaga,” pungkasnya.
***
