Mengenal Sosok Tommy Soeharto, Putra Presiden Kedua RI
Jejak Hutomo Mandala Putra: Antara Gurita Bisnis Humpuss dan Kontroversi Pangeran Cendana/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Nama Hutomo Mandala Putra, atau yang lebih akrab disapa Tommy Soeharto, selalu menempati ruang khusus dalam catatan sejarah modern Indonesia. Sebagai putra bungsu Presiden ke-2 RI, Soeharto, perjalanan hidupnya merupakan perpaduan antara kemilau takhta kekuasaan, ekspansi bisnis yang agresif, hingga ujian jeruji besi yang sempat menghentikan langkahnya.
Penguasa Menara Humpuss dan Ambisi Mobil Nasional
Lahir di Jakarta pada 21 Juli 1962, Tommy tumbuh besar di pusat gravitasi kekuasaan Orde Baru. Di usia yang masih sangat muda, ia membuktikan taringnya di dunia usaha dengan mendirikan Grup Humpuss pada tahun 1984. Konglomerasi ini bukan sekadar bisnis sampingan; Humpuss menjelma menjadi raksasa yang menguasai sektor transportasi energi laut, petrokimia, hingga properti.
Salah satu catatan paling fenomenal dalam karier bisnisnya adalah proyek Mobil Nasional Timor. Melalui PT Timor Putra Nasional, Tommy meluncurkan kendaraan yang digadang-gadang sebagai mobil rakyat. Meski mendapatkan fasilitas pembebasan pajak yang istimewa melalui Inpres Nomor 2 Tahun 1996, proyek ini akhirnya kandas seiring hantaman krisis moneter 1998 dan lengsernya sang ayah dari kursi kepresidenan.
Prahara Hukum dan Kasus Hakim Agung
Kehidupan Tommy tidak selalu berjalan mulus di atas karpet merah. Ia menghadapi titik terendah dalam hidupnya saat terseret kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada Juli 2001. Kasus ini mengguncang publik karena melibatkan figur sentral keluarga Cendana dalam aksi kriminalitas yang berat.
Majelis Hakim memvonisnya 15 tahun penjara atas keterlibatan dalam perencanaan pembunuhan serta kepemilikan senjata api ilegal. Setelah menjalani masa hukuman di Nusakambangan dan Lapas Cipinang, serta mendapatkan sejumlah remisi, Tommy menghirup udara bebas pada Oktober 2008.
Kebangkitan Ekonomi dan Kiprah Politik
Pasca-penjara, Tommy memilih untuk tidak berdiam diri. Ia langsung tancap gas menata ulang imperium bisnisnya. Salah satu langkah ikoniknya adalah menghidupkan kembali GORO Super Grosir, sebuah merek ritel yang sempat berjaya di era Orde Baru. Dengan bendera PT Berkarya Makmur Sejahtera, Tommy berusaha mengembalikan kejayaan bisnis ritel grosir ke pasar nasional.
Di panggung politik, ambisinya juga tetap menyala. Setelah sempat mencoba peruntungan di Partai Golkar, ia mendirikan Partai Berkarya. Melalui partai ini, Tommy mengusung narasi romantisme pembangunan era Orde Baru dengan semangat nasionalisme ekonomi yang kuat.
Gurita Bisnis yang Tetap Mengakar
Hingga saat ini, Tommy Soeharto tetap menjadi salah satu tokoh bisnis yang diperhitungkan. Melalui lini usaha yang beragam, asetnya tersebar di berbagai sektor strategis:
- Energi dan Pelayaran: Melalui PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) dan PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI), ia tetap memegang kendali atas distribusi logistik energi nasional.
- Properti dan Perhotelan: Jaringan Lorin Group milik Tommy mengelola berbagai hotel ternama, mulai dari Lorin Solo hingga resor mewah Black Rock di Belitung.
- Olahraga Otomotif: Sebagai mantan Ketua Umum IMI, dedikasinya pada dunia balap tetap terlihat dari kontribusinya menghadirkan ajang Rally Dunia di Indonesia pada medio 90-an.
Biodata Singkat Tommy Soeharto
- Nama Lengkap: Hutomo Mandala Putra
- Kelahiran: Jakarta, 21 Juli 1962
- Orang Tua: Soeharto & Siti Hartinah (Ibu Tien)
- Pekerjaan: Pengusaha, Politisi
- Entitas Bisnis Utama: Grup Humpuss, Lorin Hotel Group, GORO
Perjalanan Tommy Soeharto adalah cermin dari dinamika kekuasaan dan bisnis di Indonesia. Meskipun badai hukum pernah menerjang, sosok yang kerap dijuluki “Pangeran Cendana” ini terus membuktikan resiliensinya dalam menjaga eksistensi keluarga di kancah nasional.
***
