Momen Koster Borong Madu UMKM Binaan Kodam Udayana: Edukasi Nyata Pentingnya Beli dan Cintai Produk UMKM Lokal
Momentum Gubernur Bali, Wayan Koster membeli madu di Bazzar Murah HUT TNI ke-81 di Denpasar, Selasa, (22/9/2026. (Sumber: Gung Kris/ balikonten)
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Suasana bazar murah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Bali berlangsung semarak.
Namun, di tengah riuhnya transaksi masyarakat dan deretan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perhatian publik tertuju pada momen edukatif ketika Gubernur Bali Wayan Koster memboyong produk lokal binaan Kodam IX/Udayana.
Dengan santai dan ramah, Koster memilih beberapa botol madu hutan hasil olahan pelaku UMKM binaan TNI.
Menariknya, tak hanya untuk dikonsumsi pribadi, madu tersebut juga dibelikan khusus oleh Koster untuk Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto serta Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra.
Aksi nyata ini menjadi pelajaran dan edukasi penting bagi masyarakat mengenai betapa krusialnya memberikan dukungan riil kepada para pelaku usaha lokal.
Kegiatan seperti bazar murah tidak boleh hanya dipandang sebagai seremoni tahunan atau tempat berburu barang murah semata, melainkan wadah edukasi publik untuk mengenali potensi besar ekonomi kerakyatan.
Gubernur Koster menegaskan bahwa keberadaan UMKM merupakan tulang punggung utama penggerak roda perekonomian masyarakat Bali.
Karena itu, kesadaran kolektif untuk membeli dan mengonsumsi produk lokal harus terus ditanamkan secara konsisten.
“Saya kira ini contoh sederhana bagaimana kegiatan seperti bazar tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Kalau produknya bagus, kita tentu harus ikut membeli dan mendukung,” ujar Koster.
Edukasi mengenai pentingnya pemberdayaan produk lokal ini selaras dengan upaya membangun kemandirian ekonomi daerah.
Menurutnya ,dukungan tidak cukup hanya berupa regulasi di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dengan memprioritaskan karya para perajin dan petani lokal.
“Yang paling penting adalah bagaimana produk UMKM ini semakin dikenal, semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah tentu harus hadir memberikan dukungan, begitu juga kita sebagai masyarakat harus ikut membeli produk lokal,” tegasnya.
Pada peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, TNI mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
***