09/09/2026

Panggung Kemegahan: Daftar Tim Nasional dengan Rekor Tanpa Kalah Terpanjang

klasemen sementara liga 1 indoensia

ilustrasi bola NoName_13/ pixabay

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Menjadi tim yang tak terkalahkan tentu idaman hampir semua negara. Dalam dunia sepak bola, hal ini beneran terjadi bahkan hal itu dipertahankan dalam beberapa pertemuan.

Menjaga konsistensi di level internasional merupakan salah satu tantangan tersendiri dalam dunia sepak bola dunia. Dinamika taktik, kebugaran pemain yang terkuras di klub, hingga tekanan mental saat membela negara membuat sebuah kekalahan menjadi hal yang lumrah terjadi. Namun, beberapa tim nasional putra berhasil menembus batas tersebut dan mengukir catatan emas yang sulit ditandingi.

Berikut adalah data otentik mengenai tim-tim yang berhasil menjaga kesucian gawang dan memetik poin dalam rentetan pertandingan beruntun yang luar biasa:

1. Italia (37 Pertandingan | 2018–2021)

  • Catatan: 28 Kemenangan, 9 Hasil Imbang
  • Pelatih: Roberto Mancini
  • Prestasi Utama: Juara UEFA EURO 2020

Gli Azzurri membangun benteng kokoh setelah terpuruk akibat gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Roberto Mancini mengubah gaya main Italia menjadi lebih agresif namun tetap disiplin. Sebelum rekor ini tercipta, Italia menelan kekalahan 0-1 dari Portugal pada 10 September 2018, yang kemudian diikuti hasil imbang 1-1 kontra Ukraina pada 10 Oktober 2018 sebagai titik balik. Dominasi panjang ini akhirnya runtuh di tangan Spanyol dengan skor 1-2 pada 6 Oktober 2021 dalam ajang Nations League.

2. Spanyol (37 Pertandingan | 2024–Sekarang)

  • Catatan: 28 Kemenangan, 9 Hasil Imbang
  • Pelatih: Luis de la Fuente
  • Prestasi Utama: Juara UEFA EURO 2024

La Furia Roja era baru menunjukkan taringnya di bawah asuhan Luis de la Fuente. Setelah takluk 0-1 dari Kolombia pada 22 Maret 2024, Spanyol memulai lembaran baru yang memukau dengan menahan imbang Brasil 3-3 pada 26 Maret 2024. Hingga kemenangan teranyar 2-0 atas Prancis pada 14 Juli 2026, armada De la Fuente masih belum tersentuh kekalahan dan berpeluang besar melampaui catatan Italia untuk berdiri sendiri di puncak sejarah.

3. Argentina (36 Pertandingan | 2019–2022)

  • Catatan: 25 Kemenangan, 11 Hasil Imbang
  • Pelatih: Lionel Scaloni
  • Prestasi Utama: Juara Copa America 2021, Finalissima 2022

Sebelum merengkuh trofi Piala Dunia di Qatar, Lionel Scaloni meracik La Albiceleste menjadi kesatuan yang sangat solid. Kekalahan 0-2 dari Brasil pada 2 Juli 2019 di Copa America langsung direspons dengan kemenangan 2-1 atas Chili pada 6 Juli 2019. Sejak saat itu, Lionel Messi dan kolega melaju tanpa hambatan selama tiga tahun, sebelum secara mengejutkan ditumbangkan Arab Saudi 1-2 pada laga pembuka fase grup Piala Dunia, 22 November 2022.

4. Brasil (35 Pertandingan | 1993–1996)

  • Catatan: 29 Kemenangan, 6 Hasil Imbang
  • Pelatih: Carlos Alberto Parreira, Mario Zagallo
  • Prestasi Utama: Juara Piala Dunia AS 1994

Tim Samba era 90-an memadukan keindahan Joga Bonito dengan efisiensi taktik yang mematikan. Kejutan kekalahan 1-2 dari Jerman pada 17 November 1993 memicu amarah Brasil yang langsung melibas Meksiko 1-0 pada 16 Desember 1993. Tren positif ini terus terjaga melintasi pergantian pelatih dari Parreira ke Zagallo, hingga akhirnya Meksiko membalas dendam dengan keunggulan 2-0 pada 21 Januari 1996.

5. Spanyol (35 Pertandingan | 2007–2009)

  • Catatan: 32 Kemenangan, 3 Hasil Imbang
  • Pelatih: Luis Aragones, Vicente Del Bosque
  • Prestasi Utama: Juara UEFA EURO 2008

Gaya main tiki-taka yang melegenda lahir dan berkembang pada periode ini. Spanyol mengawali kebangkitan mereka setelah kalah 0-1 dari Rumania pada 15 November 2006. Inggris menjadi korban pertama lewat kekalahan 0-1 di tangan Spanyol pada 7 Februari 2007. Estafet kepelatihan dari mendiang Luis Aragones ke Vicente Del Bosque berjalan mulus, sebelum secara tidak terduga Amerika Serikat menghentikan mereka dengan skor 0-2 di Piala Konfederasi pada 24 Juni 2009.

6. Senegal (33 Pertandingan | 2023–2025)

  • Catatan: 22 Kemenangan, 11 Hasil Imbang
  • Pelatih: Aliou Cisse, Pape Thiaw
  • Prestasi Utama:

Kekuatan sepak bola Afrika diwakili oleh ketangguhan Senegal. Pasca-kekalahan tipis 0-1 dari Aljazair pada 12 September 2023, Singa Teranga langsung bangkit menaklukkan Kamerun 1-0 pada 16 Oktober 2023. Kolaborasi taktik Aliou Cisse dan Pape Thiaw membuat Senegal menjadi tim yang sangat sulit ditembus di benua hitam, sampai raksasa Amerika Selatan, Brasil, menghentikan laju mereka 2-0 pada 15 November 2025.

7. Maroko (33 Pertandingan | 2025–2026)

  • Catatan: 25 Kemenangan, 8 Hasil Imbang
  • Pelatih: Walid Regragui, Mohamed Ouahbi
  • Prestasi Utama: Juara AFCON 2025

Singa Atlas melanjutkan momentum emas mereka pasca-Piala Dunia 2022 ke panggung regional. Terpeleset 0-1 dari Kenya pada 10 Agustus 2025 tidak membuat mental mereka runtuh. Maroko mengamuk dengan mengandaskan Zambia 3-1 pada 14 Agustus 2025 dan terus melaju hingga mengangkat trofi AFCON. Langkah impresif ini baru terhenti ketika mereka harus mengakui keunggulan Prancis 0-2 pada 9 Juli 2026.

8. Argentina (31 Pertandingan | 1991–1993)

  • Catatan: 18 Kemenangan, 13 Hasil Imbang
  • Pelatih: Alfio Basile
  • Prestasi Utama: Juara Copa America 1991, Piala Konfederasi FIFA 1992, Copa America 1993

Setelah patah hati di Final Piala Dunia 1990 akibat kalah 0-1 dari Jerman Barat, Alfio Basile membangun ulang kekuatan Argentina. Mereka membuka lembaran baru dengan kemenangan 2-0 atas Hongaria pada 19 Februari 1991. Periode ini menjadi salah satu yang paling bergelimang trofi dalam sejarah tim nasional sepak bola mereka, sebelum generasi emas Kolombia menghentikan rekor tersebut lewat kemenangan 2-1 pada 15 Agustus 1993.

9. Spanyol (31 Pertandingan | 1994–1998)

  • Catatan: 20 Kemenangan, 11 Hasil Imbang
  • Pelatih: Javier Clemente
  • Prestasi Utama:

Di bawah kendali tangan dingin Javier Clemente, Spanyol bertransformasi menjadi tim yang sangat pragmatis dan sukar ditundukkan. Tersingkir dari Piala Dunia 1994 setelah kalah 1-2 dari Italia pada 9 Juli 1994 menjadi awal dari perjalanan panjang ini. Mereka memulai kebangkitan dengan kemenangan tipis 2-1 atas Siprus pada 7 September 1994. Rekor tanpa kekalahan ini bertahan lebih dari tiga tahun hingga Prancis menekuk mereka 1-0 pada 28 Januari 1998.

10. Maroko (31 Pertandingan | 2019–2022)

  • Catatan: 25 Kemenangan, 6 Hasil Imbang
  • Pelatih: Vahid Halilhodzic
  • Prestasi Utama: Juara Kejuaraan Negara-negara Afrika (CHAN)

Sebelum era Regragui, Vahid Halilhodzic telah meletakkan fondasi kedisiplinan yang luar biasa di skuad Maroko. Kekalahan dramatis 2-3 dari Gabon pada 15 Oktober 2019 langsung direspons dengan kemenangan telak 3-0 atas Aljazair pada 19 Oktober 2019. Maroko tampil perkasa di berbagai kompetisi regional sebelum akhirnya Mesir menghentikan catatan impresif ini lewat babak perpanjangan waktu (AET) dengan skor 1-2 pada 30 Januari 2022.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE