14 Robot Lahir dari SMK TI Bali Global Denpasar, Ada Robot Mesatua
14 Robot Lahir dari SMK TI Bali Global Denpasar, Ada Robot Mesatua/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Di tengah ketatnya persaingan pendidikan vokasi, SMK TI Bali Global Denpasar menunjukkan lompatan signifikan. Dalam dua tahun terakhir, sekolah berbasis teknologi informasi ini berhasil menciptakan 14 jenis robot hasil karya siswa.
Lahirkan 14 Robot dalam Dua Tahun
Sejak 2024 hingga awal 2025, para siswa berhasil merancang 14 robot, yakni: Sumobot, Line Follower, Bomas, Pengusir Burung, Robot Mesatua, Robot Penyambut Tamu, Monitoring Lansia (Mola), Monitoring Pembelajaran (DeskBuddy), Drone, Robot Burung, Robot Anjing, Robot Maid, Soccerbot, dan Drone Kecil.
Kepala Sekolah I Gusti Made Murjana menjelaskan, sebanyak lima robot diciptakan pada 2024, disusul sembilan robot pada 2025. Salah satu karya unggulan, Sumobot, dijadwalkan mengikuti kompetisi robot internasional di Malaysia pada April mendatang.
Robot-robot tersebut tidak sekadar menjadi proyek praktik, melainkan dirancang sebagai solusi berbasis kebutuhan, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga monitoring lansia.
Transformasi ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan vokasi nasional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menegaskan pentingnya link and match antara sekolah kejuruan dan kebutuhan industri, termasuk penguatan kompetensi teknologi robotika dan kecerdasan buatan.
Kemendikbudristek, pendidikan vokasi didorong untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap revolusi industri 4.0, terutama di bidang otomasi, Internet of Things (IoT), dan rekayasa perangkat lunak.
Menariknya, sekolah ini tidak hanya menekankan aspek teknologi, tetapi juga integrasi seni dan budaya Bali. Konsep ini terlihat pada pengembangan robot seperti Robot Mesatua, yang mengangkat nilai budaya lokal dalam bentuk inovasi digital.
Murjana menegaskan bahwa disiplin menjadi fondasi utama peningkatan mutu pendidikan, baik bagi siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
“Disiplin adalah kunci membangun kualitas,” ujarnya.
Memasuki tahun ajaran 2026/2027, SMK TI Bali Global Denpasar membuka pendaftaran peserta didik baru, dengan komitmen melanjutkan penguatan inovasi teknologi sekaligus pelestarian nilai budaya Bali.
***
