10/09/2026

Ala Ayuning Dewasa Jumat, 3 April 2026: Baik untuk Membuat Alat Berdagang

jadwal rahinan selama januari 2025

kalender Bali tahun 2025/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Berdasarkan perhitungan pada Jumat, 3 April 2026, terdapat sejumlah indikator penting yang mengatur tata cara kehidupan masyarakat, mulai dari urusan spiritual hingga kegiatan ekonomi praktis.

Sektor Konstruksi dan Lingkungan Rumah

Hari ini menawarkan energi yang sangat spesifik bagi Anda yang berencana melakukan pembangunan. Keberadaan Amerta Dewa menjadi sinyal positif untuk mendirikan tempat suci atau tempat ibadah. Selain itu, aspek Kala Ngadeg memfasilitasi pembuatan infrastruktur fisik seperti pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, hingga bendungan.

Bagi yang ingin mengamankan aset, Kala Panyeneng menyediakan waktu yang tepat untuk membangun tempat penyimpanan harta benda. Namun, perlu dicatat bahwa Kala Sapuhau dan Carik Walangati memberikan peringatan keras untuk tidak membangun rumah tinggal secara umum pada hari ini.

Pertanian dan Peternakan

Para petani perlu memperhatikan aspek Bojog Munggah yang memberikan larangan untuk menanam komoditas pokok seperti padi dan jagung. Meskipun aktivitas menanam dibatasi, hari ini sangat ideal untuk menyiapkan alat-alat penunjang pertanian. Sesuai dengan pengaruh Kala Sapuhau, Anda bisa memfokuskan kegiatan pada pembuatan alat bajak (tenggala), garu, maupun tulud. Di sektor peternakan, pengaruh Kala Ngadeg mendukung penuh dimulainya pemeliharaan ayam kurungan serta pembuatan sangkar ayam (guwungan).

Ritual Keagamaan dan Adat

Dinamika energi hari ini cukup kompleks untuk urusan upacara. Amerta Dewa mendukung pelaksanaan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya. Namun, masyarakat harus menghindari upacara yang bersifat Manusa Yadnya seperti pernikahan (wiwaha), potong rambut, atau mapendes karena hambatan dari Salah Wadi dan Carik Walangati.

Untuk urusan Pitra Yadnya, hari ini memiliki restriksi yang ketat. Gagak Anungsang Pati, Salah Wadi, dan Kala Gotongan secara kolektif menyatakan ketidakcocokan untuk melaksanakan upacara pembakaran mayat (ngaben) atau penguburan.

Ekonomi, Hukum, dan Kerajinan

Bagi pelaku usaha, Kala Gotongan dan Sedana Yoga membawa angin segar. Ini adalah momentum emas untuk memulai usaha baru, membuat tempat berdagang, atau mulai berjualan. Keyakinan masyarakat menyebutkan bahwa langkah ekonomi yang dimulai hari ini akan mendatangkan rezeki yang melimpah.

Dalam ranah hukum dan organisasi, Dauh Ayu serta Kala Panyeneng sangat baik digunakan sebagai waktu menyusun peraturan, undang-undang, maupun awig-awig desa. Sementara itu, bagi para perajin senjata tajam, Kala Wikalpa memberikan restu khusus untuk proses pembuatan keris dan senjata sejenisnya.

Ringkasan Indikator Wariga

Berikut adalah elemen teknis yang mendasari perhitungan hari ini:

  • Pararasan: Laku Bulan
  • Pancasuda: Wisesa Segara
  • Ekajalaresi: Tininggalin Suka
  • Pratiti: Sadayatana

Secara keseluruhan, 3 April 2026 adalah hari yang menuntut ketelitian dalam memilah jenis kegiatan. Fokuskan energi pada aktivitas perdagangan, pembuatan alat kerja, dan pembangunan fasilitas penunjang, sembari menunda urusan pernikahan maupun upacara kematian demi menjaga keselarasan kosmis.

Ala Ayuning Dewasa, 3 April 2026

  • Amerta Dewa. Baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci/ibadah, membuat lumbung maupun dapur.
  • Bojog Munggah. Tidak baik untuk menanam padi, jagung.
  • Carik Walangati. Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
  • Dauh Ayu. Baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun.
  • Gagak Anungsang Pati. Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa
  • Kala Brahma. Mengandung arti kepanasan atau kesakitan.
  • Kala Dangastra. Baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu).
  • Kala Gotongan. Baik untuk memulai suatu usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.
  • Kala Ngadeg. Baik untuk membuat pintu gerbang, tembok pekarangan, pagar, sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan, mulai memeliharan ayam kurungan, membuat empangan/bendungan.
  • Kala Panyeneng. Baik untuk membuat peraturan-peraturan, awig-awig, membuat tempat penyimpanan harta benda.
  • Kala Sapuhau. Baik untuk membuat alat-alat pertanian seperti garu, tulud, pemlasahan, tenggala (bajak). Tidak baik untuk membangun.
  • Kala Temah. Tidak baik untuk dewasa ayu.
  • Kala Wikalpa. Baik untuk membuat keris dan yang sejenisnya.
  • Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll.
  • Sedana Yoga. Baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki.
  • Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Sadayatana.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE