10/09/2026

Baik untuk Mengatapi Rumah, Cek Dewasa Ayu Jumat, 12 Juni 2026

Mall di Bali Beralih ke PLTS Atap: Langkah Nyata Menuju Energi Bersih

Mall di Bali Beralih ke PLTS Atap: Langkah Nyata Menuju Energi Bersih/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Masyarakat Bali hingga kini masih memegang teguh konsep ala ayuning dewasa atau perhitungan hari baik dan buruk dalam memulai segala lini kehidupan. Berdasarkan perhitungan penanggalan tradisional pada Jumat, 12 Juni 2026, terdapat sejumlah indikator penting yang mengatur aktivitas harian, mulai dari urusan rumah tangga, usaha, hingga pelaksanaan upacara adat. Bagi Anda yang sedang merencanakan momentum besar, hari ini menyimpan kombinasi energi yang sangat spesifik.

Berikut adalah rincian lengkap mengenai nilai baik dan buruk (dewasa) yang berlaku pada hari tersebut:

Larangan Keras untuk Pernikahan dan Upacara Adat

Hari ini membawa pengaruh Carik Walangati dan Salah Wadi, yang menjadi penanda kuat untuk menunda beberapa ritual besar.

  • Upacara Manusa Yadnya: Anda disarankan menghindari pelaksanaan prosesi sakral seperti pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), hingga potong rambut.
  • Upacara Pitra Yadnya: Energi hari ini juga tidak mendukung ritual kematian. Segala bentuk penguburan, pembakaran mayat (atiwa-tiwa atau ngaben), nyekah, hingga ngasti sebaiknya ditiadakan terlebih dahulu.
  • Konstruksi: Rencana membangun rumah atau sekadar memasang atap bangunan juga harus ditunda agar terhindar dari rintangan.

Sektor Usaha dan Elemen Api Berpotensi Baik

Meski banyak larangan untuk urusan adat dan domestik, hari ini memberikan lampu hijau bagi Anda yang ingin menggerakkan roda ekonomi atau bekerja dengan elemen tertentu.

  • Kala Gotongan: Indikator ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha. Hari ini menjadi waktu yang sangat tepat untuk merintis atau memulai suatu jenis usaha baru.
  • Geni Rawana: Bagi aktivitas yang melibatkan penggunaan api secara langsung, hari ini mendatangkan energi positif. Namun ingat, energi api ini sekaligus mempertegas larangan untuk mengatapi rumah atau melakukan upacara pembersihan bangunan (melaspas).

Ketentuan Khusus: Logistik, Pertanian, dan Hubungan Leluhur

Beberapa aspek penanggalan memberikan arahan yang sangat spesifik bagi masyarakat yang bekerja di sektor agraris, pertahanan, maupun spiritual:

  • Urusan Tanah dan Tani: Kehadiran Kala Sor membuat aktivitas yang bersentuhan langsung dengan tanah menjadi tabu. Hindari membajak sawah, bercocok tanam, atau membuat terowongan.
  • Pertahanan dan Upacara Bhuta Yadnya: Melalui pengaruh Kala Kutila Manik, hari ini justru sangat ideal untuk membuat sistem pertahanan atau keamanan. Aktivitas seperti membuat pagar, ranjau, lubang penghalang, pemisah, hingga alat perangkap dinilai baik, termasuk juga penyelenggaraan upacara Bhuta Yadnya.
  • Kala Buingrau: Waktu yang tepat untuk menebang kayu dan membuat alat tangkap ikan (bubu). Di sisi spiritual, momen ini juga baik untuk memuja leluhur (pitra).

Karakateristik Hari (Pararasan dan Pratiti)

Secara makrokosmos dan karakter personal, hari ini dikuasai oleh kombinasi energi yang cukup seimbang. Berdasarkan pararasan, hari ini berkarakter Laku Bulan, yang melambangkan kesejukan dan ketenangan.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE