Bantu Amankan Stok Darah PMI, DPD Demokrat Bali Gelar Aksi Donor Darah Peringati HUT ke-25

Bantu Amankan Stok Darah PMI, DPD Demokrat Bali Gelar Aksi Donor Darah Peringati HUT ke-25/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar aksi donor darah di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 4, Renon, Denpasar, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan sosial bertajuk “Donor Darah: Setetes Darah Anda, Nyawa bagi Sesama” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aksi kemanusiaan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali ini terbuka bagi pengurus, kader, simpatisan, hingga masyarakat umum guna membantu penambahan ketersediaan stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) di Bali, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah.
Selain aksi donor darah, DPD Partai Demokrat Bali juga menjadwalkan kunjungan sosial serta penyerahan bantuan ke panti asuhan di wilayah Denpasar Utara dan Denpasar Timur.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Sada, menyampaikan bahwa kepedulian kepada sesama tidak selalu ditunjukkan melalui bantuan materi, melainkan juga melalui tindakan nyata seperti mendonorkan darah.
“Kenapa kita lakukan kegiatan donor darah? Selain untuk memberikan sumbangsih kepada teman-teman yang memerlukan, bantuan kita tidak selalu harus dengan uang atau materi, dengan darah juga kita bisa membantu kemanusiaan,” ujar Made Sada.
Ia menambahkan, donor darah memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh pendonor, mulai dari pembaharuan sel darah hingga pembakaran kalori.
“Dengan mendonorkan darah, sel-sel darah kita diperbarui. Selain itu, mendonorkan darah bisa membakar sekitar 600 kalori, itu setara dengan jalan cepat hampir 5 kilometer. Berarti donor darah penting untuk kesehatan selain untuk membantu kemanusiaan,” jelasnya.
Panitia menerapkan persyaratan medis yang ketat demi menjaga kualitas dan keamanan darah bagi penerima donor. Pendonor diwajibkan dalam kondisi sehat, memiliki berat badan minimal 50 kilogram, serta lolos pemeriksaan tekanan darah.
“Untuk bisa mendonorkan darah, ketentuannya sangat ketat. Darah yang kita donorkan harus bersih dari zat kimia atau obat karena ada penerima yang bisa alergi,” tegas I Made Sada.
Aksi donor darah tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Demokrat Bali untuk mendorong masyarakat agar menjadikan donor darah sebagai bagian dari kepedulian sosial yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika ada momentum tertentu.
***

