09/09/2026

Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Magang Hub Kemenaker, Jangan Jadi Penonton Pariwisata

Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Magang Hub Kemenaker, Jangan Jadi Penonton Pariwisata

Tutik Kusuma Wardhani Dorong Anak Muda Bali Manfaatkan Magang Hub Kemenaker, Jangan Jadi Penonton Pariwisata/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, mendorong generasi muda Bali, khususnya lulusan SMK, untuk aktif memanfaatkan program Magang Hub yang disediakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Program tersebut dinilai menjadi peluang bagi anak muda Bali untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja sekaligus mengantisipasi tingginya angka pengangguran.

Dorongan itu disampaikan Tutik saat menghadiri peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI di Kantor DPD Partai Demokrat Bali, Minggu (23/8/2026).

Tutik menilai generasi muda Bali tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masifnya perkembangan sektor pariwisata. Menurutnya, peluang kerja di Bali harus dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tenaga kerja lokal melalui peningkatan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Ia meminta generasi Z dan anak-anak muda tidak pasif dalam mencari informasi mengenai peluang magang yang tersedia. Pemanfaatan teknologi, termasuk melalui telepon seluler, dinilai dapat memudahkan generasi muda mengakses informasi terkait program Magang Hub.

“Kemenaker sudah menyediakan program Magang Hub. Generasi Z dan anak-anak muda harus aktif memanfaatkan teknologi, buka informasi di ponsel masing-masing. Jangan sampai peluang magang di daerah sendiri, seperti sektor pariwisata Bali, justru didominasi oleh tenaga kerja dari luar,” tegasnya.

Tutik berharap program tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda Bali sebagai salah satu pintu masuk untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja. Terlebih, perkembangan pariwisata Bali membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Upaya tersebut juga dinilai penting untuk mencegah meningkatnya angka pengangguran dari kalangan lulusan SMK. Dengan mengikuti program magang, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan untuk mengenal dunia kerja sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan tenaga kerja.

Selain menyoroti persoalan ketenagakerjaan, Tutik dalam kesempatan tersebut menyampaikan duka mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya menyampaikan rasa duka dan prihatin saya kepada saudara-saudara kita di NTT yang terkena musibah gempa bumi. Semoga beliau tabah dan kuat menghadapi semua ini, serta Tuhan selalu melindungi,” ujar Tutik.

Tutik juga menekankan bahwa momentum kemerdekaan dan peringatan HUT Partai Demokrat harus menjadi ajang memperkuat persatuan, toleransi, dan kerja sama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dalam kaitan pembangunan sumber daya manusia, Tutik turut menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program tersebut sangat dibutuhkan, terutama di wilayah Indonesia timur, daerah berstatus 3T, serta wilayah yang masih menghadapi persoalan stunting.

Menurut Tutik, pemerintah perlu memperketat tata kelola program MBG agar pendistribusiannya tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Sementara terkait anggaran, Anggota Komisi IX DPR RI tersebut menegaskan alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen sesuai amanat undang-undang tidak boleh diganggu gugat. Ia berharap pembiayaan program MBG dapat disisir dari pos anggaran lainnya sehingga tidak mengganggu fungsi pendidikan.

“Alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% sesuai undang-undang tidak boleh diganggu gugat. Program MBG diharapkan disisir dari pos anggaran lain agar fungsi pendidikan tetap optimal,” tegasnya.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE